Meet Si Cempe

Kota Jogja itu ndak terlalu luas lho sebenarnya. Luasnya cuma 32,5 km persegi. Jadi kalau ditarik dalam bentuk persegi, panjangnya nggak sampe 6 x 6 km. Walkable kan?

Tapi sayang, kota indah ini ndak didukung dengan akses transportasi umum yang memadai. TransJogja hanya menjangkau jalan-jalan besar. Angkotan Kota ndak ada. Delman cuma bisa ditemukan di daerah wisata Malioboro, Keraton, dsk. Becak ada dimana-manaa tapi lumayan menguras kantong. Begitupun taksi dan taksi motor alias ojek yang kalau saya manfaatkan mereka untuk sehari-hari, bangkrutlah saya.

Motor semakin merajai jalanan kota Jogja. Sempat terpikir untuk nekad rental motor disini supaya hemat. Tapi setelah dipikir-pikir, saya belum lancar mengendarai motor, tak punya SIM C, tak punya keluarga dan handai taulan di kota ini, kalau ada apa-apa, bagaimana nasib saya?

Akhirnya saya putuskan untuk sewa sepeda! Perkenalkan, Si Cempe yang saya dapatkan dari Si Woles, penyedia sewa sepeda di Jogja. Toh kata orang-orang sini, kalau cuma mau puter-puter sekitar kota sih, memungkinkan kok dengan menggowes. Bonus sehat pula plus kulit yang semakin eksotik.

Si Cempe, sepeda model city bike yang dilengkapi dengan keranjang dan boncengan, saya rasa cukup untuk menjadi teman saya selama sebulan ke depan.

Meet Si Cempu

Meet Si Cempu

Dari si empunya sih, katanya Cempe dalam bahasa Jawa berarti anak kambing. Sepeda ini dinamakan Cempe bukan hanya karena warnanya yang putih. Merek sepeda ini mengingatkan kita pada iklannya di TV dengan  anak kambing sebagai maskotnya.

Pagi ini, Si Cempe diantar langsung oleh si empunya ke homestay. Ngobrol seru cukup lama dengan mereka sekaligus test ride dan juga pengenalan Si Cempe beserta fungsi dan asesorisnya, membuat saya semakin ndak sabar jalan-jalan keliling kota.

Sabtu pagi yang ndak terlalu pagi, saya habiskan dengan tur keliling kota Jogja bersama si Cempe dan seorang teman yang juga sewa sepeda lipat dari Si Woles.

Berikut keseruan gowes pagi kami.

Si Cempe di Tamansari

Si Cempe di Tamansari

Knock knock, kulo nuwun...

Knock knock, kulo nuwun…

Blusukan ke Keraton

Blusukan ke Keraton

Mampir ke Museum Kareta

Mampir ke Museum Kareta

Kencan Gowes pun berakhir

Kencan Gowes pun berakhir

Ndak sabar untuk gowes malam bersama Si Cempe.

– Jogja (Taman Sari, Alun Alun, Keraton, Malioboro), 21 September 2013 – 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s