Officially Jadi “Anak Gunung”

Mencoba mengingat kapan terakhir kali upacara bendera. Belasan tahun yang lalu saya rasa.

Lalu apa yang spesial kali ini?

Untuk pertama kalinya saya ikut upacara bendera bersama para pendaki lainnya di Papandayan dan untuk pertama kalinya saya mendaki. Ya, mendaki sesungguhnya. Mendaki gunung sesungguhnya dan mencapai titik 2304 mdpl. Memang nggak seberapa sih, tapi ini menjadi prestasi tersendiri di tahun 2013.

20130818_113311

Jumat, 16 Agustus 2013 – meeting point di terminal Kp Rambutan. No surprise, ada buanyak manusia beransel besar lalu lalang. Dan mereka semua menuju ke destinasi yang sama, yaitu Papandayan. Terlintas bagaimana padatnya Papandayan esok hari. Nggak masalah, toh kita semua mencari suasana #17an yang berbeda.

Ada beberapa pilihan bus menuju Garut. Karena masih suasana Lebaran, tarif Jakarta – Garut pun masih kena tuslah, 60 ribu saja. Tapi Alhamdulilah jalanan sedang ramah-ramahnya. Jakarta – Garut ditempuh hanya dalam waktu 4 jam.

Sabtu, 17 Agustus 2013 dini hari kami sampai di terminal Guntur dan sudah banyak pendaki “pabalatak” di pinggiran jalan menanti angkutan berikutnya sambil beristirahat. Kami pun melakukan hal yang sama sekalian cari rombongan lain yang bisa diajak sharing cost untuk transportasi berikutnya.

Dengan menumpang angkot bertarif 15ribu per orang kemudian berlanjut menumpang mobil pick up bertarif 20rb perorang, tibalah kami di pintu masuk Papandayan. #MeetTheStrangers

DSCN0880_1

 

DSCN0884

Tepat jam 8 pagi, semua pendaki diminta berpartisipasi dalam upacara pengibaran bendera. Meski bukan upacara bendera di puncak gunung, berbaris rapi  dan hormat pada Merah Putih dengan suasana seperti ini patut diabadikan :’)

20130817_082128

20130817_082733

Tanpa menunggu lebih lama lagi, kami mulai mendaki. Panas terik, bau belerang, nafas ngos-ngosan, inilah mendaki, bisik saya dalam hati.

20130817_092903

Tapi apa yang tertangkap mata sungguh menyenangkan…

20130817_090019

20130817_094535

20130817_094544

20130818_105846

20130818_102443

Alhamduillah dalam waktu 2 jam kami tiba di camping ground di ketinggian 2304 mdpl. Bukan Pondok Saladah karena camping ground disana sudah penuh sesak. Tapi kami dapat spot ngecamp terbaik kok, kami pikir. Dan pelajaran mendirikan tenda pun dimulai.

20130818_073420

Nggak banyak yang bisa dilakukan selain memasak dan berinovasi dalam masakan. #lessonlearned next time bawa bahan makanan yang lebih bervariasi lagi.

Jujur, saya melewatkan kesempatan untuk terus naik ke puncak tertinggi Papandayan. Saya pun melewatkan Tegal Alun, Hutan Mati dan spot-spot menarik lainnya. Menyesal sih, mungkin bisa dicoba lain waktu😉

20130817_100931

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s