Camping Akhir Pekan di Pulau Bulat

Sesuai dengan namanya, pulau ini berbentuk bulat dan tidak terlalu luas, hanya 1,28 ha di Kecamatan Pulau Harapan, Kep Seribu. Kita bisa dengan mudah dan cepatnya mengelilingi pulau tanpa khawatir nyasar. Konon katanya pulau ini milik Pak Suharto. Ada beberapa bangunan semacam penginapan yang cukup besar namun sama sekali tak terurus. Tidak ada yang tinggal disini kecuali sepasang bapak-bapak tua yang bertugas sebagai penjaga pulau. Sebenarnya sih pulau ini bukan lokasi camping yang disarankan karena tidak tersedia camping ground maupun MCK yang memadai. Bahkan nggak ada kakus! Tapi memang bisa menjadi pilihan alternative bagi traveler-traveler yang doyan camping.

Welcome to Pulau Bulat

Welcome to Pulau Bulat

Sabtu, 6 Juli 2013, bergabunglah saya dan travelmate dengan Bembeng, Popon dan 20 teman-teman baru kenal lainnya di trip ini. Bembeng Popon lah yang posting trip sharing cost ini di backpackerindonesia. Tepat beberapa hari sebelum puasa, kami putuskan untuk ngetrip ke tempat yang nggak terlalu jauh dan keluar uang banyak. Camping menjadi pilihan tepat tentunya. Bergabung dengan tim Bembeng di H-1 keberangkatan. Alhasil kami nggak sempat sewa tenda dan segala perlengkapan perang. Ah tidur dimana aja bisa kok, asal ngantuk.

Bagi kami, ini perjalanan pertama kami ke Kepulauan Seribu. Hmmm kemana aja selama ini? Setiap kali merencanakan perjalanan ke pulau-pulau disini, seringnya kurang yakin dengan keindahan juga kepadatan pengunjungnya yang semakin nggak manusiawi. Tapi kalo nggak dicoba, gimana kita bisa tau? Ya nggak?

Pertama kali juga kami menjamah Muara Angke. Duh masih pagi, macettt, becek, bau. Hmmm entah berapa juta wisatawan yang udah bolak balik Kep Seribu lewat pelabuhan ini, tapi kenapa nggak dibuat layak yah? Kami memilih bawa kendaraan pribadi dan parkir di Muara Angke karena katanya dengan biaya parkir semalam 50ribu, jaminan mobil aman. I’ll let you know later ya.

Pelabuhan Muara Angke

Pelabuhan Muara Angke

Digoyang-goyang selama lebih dari 4 jam menuju Pulau Harapan berasa banget pusingnya. Jadi malu sama Karimun Jawa, Krakatau, Peucang.

DSC_2815

DSC_2809

DSC_2810

Tibalah kami di Pulau Bulat untuk sekedar taruh perbekalan dan makan siang. Ada kabar buruk katanya. Beberapa hari lalu ada sekelompok pemuda yang camping di pulau ini, mabuk-mabukan, dan terlibat perkelahian. Jagoan pasti mereka. Itulah kenapa kami sempat dilarang bermalam disini untuk menghindari kejadian serupa. Nego punya nego, akhirnya kami diperbolehkan camping. Yeay!

Seneng banget yang mau camping

Seneng banget yang mau camping

DSC_2839

Destinasi pertama pastinya snorkeling. Sayang kami melewatkan beberapa spot snorkeling yang seharusnya bisa dimampiri. It’s okay, snorkeling di Pulau Putri Barat cukup memuaskan hasrat nyemplung kok.

20130706_112729

20130706_112737

Cukup dengan snorkelingnya, kami beralih ke Pulau Perak, cuma buat ciprat-ciprat air dan main pasir putih.

PicsArt_1374472098836

Spot selanjutnya adalah Gusung, pulau pasir putih yg luasnya hanya sekitar 50-60 meter. Gusung ini persis kayak Pulau Gosong di Karimun Jawa. Karena terlalu ramai, kami lebih memilih menikmati pemandangan dari atas perahu saja, cukup.

IMAG0153

20130706_152845

Sebagai pemburu senja, kurang afdol kalo nggak bisa lihat senja ala Kep Seribu. Tapi sayang, senja yang dijadwalkan berlenggak lenggok indah di langit Kep Seribu tertutup awan yang sepertinya sedang cemburu. Puk puk si awan.

Senja yang bersembunyi atau sengaja disembunyikan si awan

Senja yang bersembunyi atau sengaja disembunyikan si awan

Beranjak malam, sebagian dari kami sempat mandi dan sebagian lainnya memilih untuk tidak. Beberapa tenda sudah berdiri gagah. kayu-kayu api unggun siap disulut. Ikan besar siap dibakar. Puluhan bungkus indomie siap dimasak. Dan main masak-masakanlah kami malam itu. Cukup mengejutkan bagi saya mengenal orang-orang baru ini yang semuanya mau ambil bagian dan peran untuk urusan perut . Beruntung, mungkin manusia-manusia manja sedang mempersiapkan diri puasa di rumahnya masing-masing.

Malam melarut. Dan malam terasa lebih malam karena tidak ada penerangan memadai. Kami berjalan menuju dermaga demi menyapa bintang-bintang di atas sana.

Berjejer merebahkan diri, beralas kayu dermaga dan beratap langit yang berbintang kerlap kerlip. Beberapa kali kami “menangkap” bintang jatuh dengan doa dan harapan. Ya, meski doa kami berbeda, tapi kami berdoa untuk bintang yang sama. Aaah… what more can I ask? :’)

Ilustrasi gambar

Ilustrasi gambar

Yang nikmat dari trip kali ini adalah tidak tergesa-gesa dan memaksakan diri harus kesini harus kesana, harus begini, harus begitu. Semuanya santaaay. Alhasil, Minggu pagi hanya kita habiskan dengan mengantri untuk mandi, “personal stuff”, sarapan, beberes, berfoto dan dilanjutkan mampir sebentar ke Pulau Bira sebelum pulang via Pulau Harapan.

Harus kami akui, kami cukup senang dan puas dengan perjalanan kali ini. Meski begitu menginjakkan kaki kembali ke Muara Angke dan siap berkendara pulang dengan mobil yang sejak kemarin bermalam disana, kami dibuat terkejut. Spion sebelah kiri sedikit retak entah kenapa. Tapi berhubung preman yang jaga setiap hari bergantian, nothing we can do. Yasudah ikhlas saja. Pelajaran untuk lain waktu.

Above all, trip kali ini sungguh menyenangkan. Pengalaman, pencapaian dan cerita seru yang tidak untuk dipublikasikan biarlah terpendam bersama indahnya pasir putih di Pulau Bulat🙂

#ThanksTravelMate for the unprepared yet fun trip!

Let's plan another trip

Let’s plan another trip

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s