Pemburu Senja

Senja. Atau sebut saja matahari tenggelam. Terbenam pun boleh. Atau sunset jika ingin kebarat-baratan.

g tau deh-tile

Senja itu saat matahari mulai kembali ke peraduannya. Bukan sore, bukan pula malam. Diantaranya.

Keindahan yang tercipta oleh Senja hampir sama dengan keanggunan matahari terbit. Mereka pun selalu datang tepat waktu. Hanya saja kadang terlihat keelokannya, tapi kadang tidak.

Saya pribadi lebih jatuh hati pada si Senja. Mungkin karena I’m not a morning person. Selain itu, pagi terasa lebih sibuk dan sombong. Sedangkan sore terasa lebih santai dan ramah. Maklum, saya adalah satu dari jutaan Jakartans. Akan berbeda memang kondisinya saat kita berada jauh dari kota demi untuk menyambut pagi. Tapi itu jarang sekali terjadi.

Apa yang membuat kita jatuh hati pada senja?

Keelokannya? Kerendahan hatinya berpamit secara perlahan? Kegemulaiannya menggoda si langit biru dan awan putih? Keramahannya bercengkrama dengan garis tepi laut? Atau keluguannya bersembunyi dibalik pencakar langit?

20130310_173003-tile

Saya membenarkannya.

Tapi Sya bilang senja itu playboy semesta. Begitu ia menebak. Kenapa? Karena menurutnya senja selalu ingin berdampingan dengan awan putih. Dan juga langit biru. Senja pun hanya muncul-menghilang menggoda.

Bisa jadi benar.

Hingga nanti terbukti senja mempermainkan kami, kami akan terus mengejarnya.

IMG_20130311_073028

Photos by Helliepics

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s