Road Trip to Jogja

Sudah sebulan lebih trip ini berlalu. Dan saya akan terus merasa berhutang jika tidak mendokumentasikan cerita ini. Here we go…

Jogja mungkin sudah tak asing bagi saya. Saat itu libur panjang natal menjadi kesempatan bagi saya dan (used to be) travelmate saya untukmenjelajah Jogja. Apa yang menarik dari trip ini? Untuk pertama kalinya kami road trip alias berkendara sendiri dari Jakarta menuju Kota Gudeg. Perkenalkan, pemeran utama dalam trip kali ini, si tangguh Marno alias Marni.

DSC05266-tile

Jumat, 21 Desember pukul 5 sore kami mulai berkendara. Segala persiapan mulai dari cek kendaraan sampai box perbekalan makanan sudah siap. Berdasarkan kesepakatan, kami setuju untuk bergantian menjadi supir AKAP, meski pembagiannya tidak adil. Kami memutuskan untuk mengambil rute jalur selatan dan sayalah yang pertama berada di belakang setir. 5 jam saja untuk sampai di Purbaleunyi. No wonder, it was a long weekend. Ada sedikit keraguan apakah kami akan berhasil karena sesungguhnya perjalanan jauh ini adalah perdana bagi kami. Tidak terlalu yakin tapi keep the faith. Hujan dan macet di jalur selatan sempat bikin down. Alhasil kami memutuskan untuk berhenti sejenak dan beristirahat. Pagi-pagi sekali kami melanjutkan perjalanan, mencari mushola terdekat dan sarapan ala kadarnya. Beruntung, kami dapat spot sarapan yang kece meskipun makanannya apa adanya. Begini kurang lebih keindahan yang tertangkap kamera.

DSC_1146-tile

Melanjutkan perjalanan yang menurut google maps bahkan belum mencapai setengahnya, kami masih semangat meski beberapa kali berhenti dan bergantian mengendali Marni supaya baik jalannya. Kami juga sempat mampir ke salah satu pantai entah apa namanya. Indah dengan ombak yang cukup besar, tapi baru tereksplor oleh masyarakat sekitar saja sepertinya.

Dan juga kecantikan-kecantikan yang lain yang memaksa kami berhenti sejenak.

DSC05269-tile

Tepat tengah hari kami memasuki Jogja. Ya, jika dihitung-hitung, kami menghabiskan waktu lebih dari 18jam. Padahal menurut pengalaman orang lain, biasanya cukup 10 jam saja. Maklum, belum terbiasa jadi supir AKAP.

Terlalu lelah di perjalanan plus harus usaha ekstra mencari tempat menginap on the spot saat long weekend seperti itu, cukup membuat kami malas memulai aktifitas di hari itu. Malamnya, kami hanya mencoba berwisata kuliner dengan nyicip si Oseng Oseng Mercon. Demi Tuhan, pedes banget. Kalian harus berhati-hati. Beralih ke tempat lain, kami penasaran dengan yang namanya kopi jos, kopi hitam yang diseduh dengan bonus arang panas. Adanya di belakang stasiun Tugu. Kalau kamu suka minum kopi dan suka nongkrong, this is where to go.

DSC05322-tile

Minggu, 23 Desember, kami sudah rencanakan untuk berkendara sedikit agak jauh ke arah Wonosari, Gunung Kidul. Untuk apa? Caving di Goa Pindul. Cukup menarik, hanya saja saat itu terlalu ramai dan padat, layaknya cendol. Pengalaman menyusuri sebuah goa dengan menggunakan ban plus life jacket ini hanya menghabiskan waktu kurang dari 1 jam. Singkat sekali. Itupun sudah termasuk macet karena no traffic light dan tidak ada polisi pengatur lalu lintasnya.

DSC05336-tile

Kenapa caving Goa Pindul ini ramai pengunjung? Selain harganya terjangkau, tipikal wisata seperti ini pun tidak berbahaya dan aman untuk orang tua maupun anak-anak. It’s a safe kok. Terlalu aman untuk kami yang mencari lebih. Selain caving di Goa Pindul, tempat ini juga menawarkan paket wisata lainnya, yaitu rafting dan offroad. Area di sekitar pintu masuk Goa Pindul pun cukup menarik untuk ditangkap kamera lho. Hamparan sawah hijau yang beratapkan langit biru mempercantik sesi foto kami.

DSC_1234-tile

Ohya, yang menarik dari perjalanan hari ini adalah perjalanannya itu sendiri. Kami menyusuri jalan naik turun dan berkelok-kelok lengkap dengan pemandangan serba hijau di kanan kiri. Ah menyenangkan dan menyejukkan.

Meninggalkan jejak di Goa Pindul, kami beralih ke pantai yang katanya baru tereksplor 2 tahun belakangan ini. Pantai Indrayanti. Hmmm sounds weird untuk nama sebuah pantai. Tapi memang begitu kenyataannya. Pantainya indah sungguh, pasirnya putih bersih, ombaknya besar, dan hari itu ramai sekali pengunjungnya. Tak berlama-lama, kami hanya mengabadikan beberapa sudut pantai.

DSC05411-tile

Terlalu sore menuju senja, kami bergegas kembali ke kota mengingat kondisi jalan pulang yang harus kami lalui cukup bahaya di malam hari. Perut kosong meski sudah nyemil bakso + es teh manis rasa sabun cuci di Goa Pindul, kami memutuskan untuk mampir ke Bukit Bintang. Persis seperti daerah Puncak Bogor, disini kita ditawarkan pemandangan malam dengan lampu kerlap kerlip di bawah sana lengkap dengan sajian khas kawasan dingin seperti air jahe, jagung bakar, indomie dll. Indah memang. Ga salah, kawasan Bukit Bintang menjadi salah satu dari 4 tempat paling romantis di Jogja versi koranjakarta.com. Romantis nggak romantis, tergantung sama siapa sih ke sananya.

Menjelang tengah malam, kami dijamu tuan rumah menyantap bakmi khas Jogja. Saya memang bukan penggemar fanatik bakmi, tapi selama itu judulnya wisata kuliner, yuk mari! Lanjut menyusuri kota Jogja saat primetime (baca: malam hari), kami diajak berkeliling termasuk kampus tercinta si tuan rumah, UGM. Berburu Kalimilk pun tak terealisasi malam itu karena kadung habis. Anyway, thanks to Cak Budi dan istri for the hospitality.

Belum puas menikmati malam terakhir di Jogja, kami menikmati hangatnya wedang ronde di pinggir jalan. 5000 rupiah yang manis dan hangat.

Senin, 24 Desember, hari terakhir kami bersilaturahmi dengan Jogja dan orang-orangnya. Ingin tinggal lebih lama tapi dana dan waktu libur tak mencukupi. Penasaran dengan Kalimilk yang terkenal itu, dengan pede-nya kami kembali menyusuri jalanan kaliurang yang mbulet itu. Kalimilk berada di Jalan Kaliurang, itulah kenapa namanya Kalimilk, singkatan dari Kaliurang Milk. I’m not a huge fan of milk, tapi memang Kalimilk berbagai rasa dengan pilihan ukuran jumbo atau standar ini lezat. Thanks again to Cak Budi yang akhirnya membantu kami keluar dari ketersesatan mencari alamat Kalimilk.

DSC05473-tile

Saatnya kembali berkendara ke Jakarta. Seperti sunah Rasul, kami memutuskan untuk mengambil jalur yang berbeda demi silaturahmi, yaitu jalur utara.

Tidak direncanakan sebelumnya, saat menyusuri jalan Magelang, si Marni berbelok ke Candi Borobudur. Maunya bisa menikmati sunset dari puncak candi, tapi bagaimana mungkin kalau area tersebut ditutup untuk pengunjung di jam 5 sore. Hujan pula sih. Alhasil kami punya oleh-oleh jas hujan. Satu lagi oleh-oleh menarik yang kami bawa pulang.

“Beli oleh2 apa nih dari Borobudur? | Beli batu Borobudur dong! Dalam bentuk cowek | -_-! #CobekBorobudur” – a tweet on Dec 29.

Eh random aja nih, sila dicek di http://klubnova.tabloidnova.com/KlubNova/Artikel/Aneka-Tips/Tips-Rumah/Cara-pilih-cobek-batu kalo penasaran bagaimana cara penggunaan perdana cobek batu. Semoga membantu. #RandomAbis

DSC05482-tile

Kembali ke persoalan, perjalanan pulang kami ke Jakarta Alhamdulillah lebih cepat. 15 jam saja -_- Yah lumayan lah lebih cepat 3 jam dari sebelumnya. Sungguh,yang tak akan terlupakan adalah saat saya pegang setir menyusuri jalanan sempit, naik turun, berkelok-kelok dan gelap. Duh saya lupa nama daerahnya. Dengan demikian, saya merasa skill mengemudi saya naik beberapa level. Pengalaman “balapan” sama truk-truk dan bus-bus besar di jalur pantura yang rusak itu juga tak kalah heboh. Saya lebih memilih tidur di kursi penumpang.

Menjelang subuh dan memasuki kawasan yang sudah cukup familiar Cikampek, saya mengambil alih setir. Demi Tuhan, saat pagi menjelang, menyusuri jalanan tol yang bersih menuju Jakarta setelah 4 hari berkelana, sungguh rasa yang luar biasa. Saya tak kuasa untuk tidak membalas senyum matahari pagi itu.

Marni yang sudah berganti nama Marno pun pulang dengan rupa yang tak karuan dan ban kiri depan benjol luar biasa. She did it!

Terima kasih untuk teman seperjalanan yang selalu duduk di samping kiri atau kanan saya.

DSC05236-tile

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s