Saya di 2012

Tepat seminggu sudah saya menghirup udara 2013. Resolusi tahunan tak juga nampak bahkan belum terlintas. Should be fine lah.

Sementara itu, ada baiknya kita menengok ke belakang sejenak untuk bersyukur atas apa yang dicapai dan tidak dicapai. Juga atas apa yang dimiliki dan tidak dimiliki.

Dalam hal karir, hmm what can I say? Saya sangat sangat bersyukur masih bisa bertahan di perusahaan Asia Pacific ini meski banyak target 2012 yang tak tercapai. Tapi tingkat kenyamanan dengan tim kecil ini semakin membaik meski ada beberapa team member yang datang dan pergi. Kurang bersyukur apalagi, dengan pekerjaan yang tidak terlalu banyak dan dengan kelenturan waktu bekerja, pendapatan yang masuk tiap 2 minggu ini lebih dari cukup. Bekerja dengan multi culture people dari berbagai belahan dunia dan dengan bidang pekerjaan yang totally baru, memberikan saya banyak pelajaran.

Dalam hal keuangan, never been this thankful! Bisa dibilang, keadaan keuangan saya tahun 2012 adalah yang terbaik sepanjang usia saya 26 tahun. Semoga tidak menjadikan saya pelit dan sombong. Selain menghadiahi diri sendiri dengan beberapa barang yang diingini dan juga traveling ke beberapa destinasi, pencapaian saya yang cukup besar tahun ini adalah memberanikan diri untuk memiliki kendaraan sendiri. Meet Marni, my mate.

Dalam hal kesehatan, Alhamdulillah saya sehat wal afiat. Saya sampai lupa apakah saya pernah sakit di tahun 2012 meski hanya batuk pilek? Tapi yang pasti, meski saya baik-baik saja, saya pernah menginap 2 malam di kamar inap RS Puri Cinere.

Dalam hal keluarga, tidak ada yang signifikan terjadi. Masalah-masalah pengulangan dari tahun ke tahun tetap menghiasi. Ada beberapa konflik yang muncul tapi masih bisa diatasi (semoga).

Dalam hal social life, saya rasa saya cukup bersosialisasi dengan banyak orang di tahun 2012. Meeting new people, making new friends, terikat dalam satu lingkaran atau berkomitmen pada satu komunitas tertentu. Let’s say ketemu temen-temen sesama traveler saat ngetrip, ketemu client/partner/donatur/relawan untuk kerjaan atau Dilts Foundation dan orang-orang hebat lainnya yang tak terduga. Juga berkomitmen menulis untuk Dunia Pelangi dan . Tapi kalo mau adil, I have to be honest bahwasannya beberapa bulan terakhir kedekatan saya dengan beberapa orang agak terganggu. I promise I’ll fix it up!

Nah this is it. Dalam hal traveling, sepertinya saya melakukan banyak peningkatan di tahun 2012. Peningkatan dari sisi variasi dan banyaknya destinasi, partner traveling, dan jenis ngetrip-nya, as per below (semoga tak ada yang terlewat):

Business Trip: Mengawali tahun dengan APAC team meeting di Sydney dan SEA team meeting akhir tahun di Kuala Lumpur

Solo traveling: Dengan sukses saya kembali bersolo traveling. Kali ini saya coba menjelajah  Ho Chi Minh, Vietnam. It was interesting in a different way.

Duo traveling: Ngetrip bareng travelmate yang tak boleh disebut namanya ini bisa dibilang yang paling banyak sepanjang tahun 2012. Sebut saja Karimun Jawa, Kawah Putih, Dieng, Road trip ke Jogja dan Pulau Peucang Ujung Kulon, disamping jalan-jalan pendek seperti Dufan, Waterbom PIK, wisata masjid dan wisata kuliner ke berbagai pelosok Jakarta dan sekitarnya.

Trio Traveling bersama 2 wanita tangguh, Mbak Fitri & Tere: Menyambut hari pertama tahun 2012 di Pulau tak berpenghuni Pulau Sempu dan mengisi libur Lebaran dengan berwisata santai ke Taman Mini Indonesia Indah.

Traveling with #Housemates: 2 destinasi dalam selang waktu beberapa bulan saja, kami menaklukkan Krakatoa dan juga Green Canyon (body rafting).

Dalam hal hati dan perasaan. Hmm… it’s complicated. Di satu sisi banyak peningkatan dalam hal rasa, tapi di sisi lain semua peningkatan itu tak akan berarti apa-apa saat semua rasa ini hanya untuk berakhir tragis. Well, what can I say? Saya selalu percaya ini semua skenario Tuhan. Kita ini hanyalah pemeran-pemeran di dalam cerita-Nya. Tapi, satu hal yang pasti, tahun 2012 memberi saya rentetan kenangan manis yang belum pernah saya temukan di tahun-tahun sebelumnya. I called this indescribable feeling, the unknown feeling. Setidaknya di tahun 2012, saya menemukan sisi lain dari diri saya yang bisa dibilang rapuh. Apapun akhirnya nanti, terima kasih sudah berbagi moment bersama saya. Terima kasih juga untuk semua orang yang saya temui di tahun 2012. Saya bersyukur kita ada di satu skenario yang sama, apapun peran kita masing-masing🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s