Being Volunteer…

Being volunteer, in my point of view…

photo (11)-tile

As we know, 5 December diperingati sebagai Hari Volunteer International. So, what brings me to this?

I’ve been volunteering for Dilts Foundation since 2006. It’s a quite long story to tell. For now, saya cuma mau sharing sedikit betapa sebenernya jadi volunteer itu bukan sesuatu yang WOW dan kalian ga perlu sampe koprol. Voluntary is just an ordinary task. Hanya saja, kerja voluntary itu harus dari hati. Hati sendiri yah bukan hati orang lain atau gebetan atau siapalah yang diincer.

Jujur, saya sedikit risih kalau ada yang bilang “hebat banget sih lie, jiwa sosial lo tinggi banget”. Preeeet! Mereka pikir…

Mereka pikir, saya udah ngasih banyak banget buat anak-anak Dilts.
Mereka pikir, saya udah berkorban jiwa raga buat anak-anak Dilts.
Mereka pikir, saya selalu mementingkan kepentingan anak-anak Dilts diatas kepentingan pribadi.
Mereka pikir, saya begitu berhati mulia mendampingi anak-anak Dilts
Mereka pikir…. Aaah mereka terlalu banyak berpikir. Kapan bertindaknya?😛

Mereka tidak sepenuhnya benar. Yang mereka tidak tahu adalah…

Anak-anak Dilts justru memberi saya jauh lebih banyak dari apa yang saya berikan. Tak terhitung. Dan saya nggak mampu bayar hutang ini.

Saya sama sekali tidak merasa mengorbankan apapun. I do it for pleasure.

Nggak ada yang lebih dipentingkan saat semua kepentingan disamaratakan tingkat urgensinya.

Berhati mulia? Logam kaliiii mulia -_- Ini cuma sebagai penyeimbang dari sifat-sifat buruk saya yang lain. Lagipula, setia mendampingi anak-anak ini ibarat kata mengisi waktu luang saya dengan sesuatu yang bermanfaat. Nah, apa kabar saat waktu luang kita berkurang? Tetap saja waktu luang itu harus tetap dilestarikan, jangan sampai punah alias hilang sama sekali. Mau jadi manusia macam apa kamu tanpa waktu luang?

Last but not least, the most important about being volunteer…
It teaches you how to be an unselfish person. Betapa hidup di dunia ini nggak hanya tentang lo, lo dan lo. It’s about you and others. Dua satuan yang harus bersama.

One more thing, saya selalu percaya bahwa semua yang saya punya hari ini, salah satunya adalah berkat doa anak-anak Dilts. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi saya untuk tidak menganggap Dilts Foundation sebagai keluarga kedua bagi saya. Oleh karena itu, ini bukan lagi persoalan kerja sosial atau volunteering, melainkan suatu keharusan tanpa satu pun alasan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s