Jogja in 24 Hours

What are you gonna do if you only have 24 hours to spend in Jogja?

Layaknya orang kaya yang hanya ingin menghabiskan malam minggu di luar kota, Jogjakarta. Kami (saya & twiras) hanya punya waktu 24 jam terhitung dari Sabtu siang dan akan habis di siang keesokan harinya. Tujuan utama short trip Jakarta – Jogja ini adalah menjadi saksi hari bahagia 2 orang sahabat yang memutuskan untuk melanjutkan persahabatan mereka dalam ikatan pernikahan.

Sabtu siang kami mendarat di bandara Adi Sutjipto, Jogjakarta. Dijemput oleh rombongan sirkus yang sudah mendahului tiba di Jogja, kami beranjak ke tempat makan siang terpilih, The House of Raminten. Yup, the famous Raminten itu yang berlokasi di Jl FM Noto No 7 Kota Baru, Jogjakarta. Begitu menginjakkan kaki di restoran ini, don’t be shock ya kalau nantinya tercium aroma narsisme yang cukup akut. Iya, selain menu khas lokal, pengunjung juga disuguhi dengan foto-foto dan gambar diri Raminten yang ada di setiap sudut restoran. Bahkan, post card dengan berbagai pose Raminten pun diproduksi masal dan bisa dibawa pulang secara cuma-cuma. Interesting. Tapi sayang, yang justru dicari dari sebuah restoran yakni makanan enak dan sesuai selera tidak kami dapatkan disini. Sama sekali nggak recommended. Plus harus sabar-sabar menanti pesanan yang lamanya amit-amit. Tapi entah kenapa, tempat ini masih jadi tempat favorit dan selalu waiting list kalau mau dapet seat. Yang menarik, konon katanya kita bisa menginap di tempat ini jika sudah larut malam dan mereka akan dengan senang hati menawarkan tempat untuk beristirahat. Nah loh, lumayan juga yah kalo ke Jogja tapi ga punya duit buat menginap di hostel.

photo (8)

Sudah kenyang mesti jauh dari nikmat, mari lanjut memuaskan nafsu mata untuk belanja batik murah. Batik Wening is highly recommended buat dapetin bahan-bahan batik murah mulai dari 28ribuan. Jangan khawatir karena mereka menawarkan berbagai macam batik dari yang murah sampai batik tulis yang harganya lumayan mahal. Berlokasi di Jl Godean Km 3 Perum Tambak Mas, No 52 Jogjakarta, Batik Wening ini memang berada di daerah rumahan. Justru itu seninya. Kita bisa dengan seenak hati ngaduk-ngaduk bahan batik sampe ketemu yang menarik hati. Jaga hati dan dompet yah jangan sampai kalap.

batik wening

Malam minggu di Jogja kami dedikasikan untuk pasangan berbahagia @virtri & @kakilangit. Resepsi pernikahan diadakan di Pondok Gajah di Jl Ringroad Selatan, Tamantirto, Bantul Jogjakarta. Meski disambut dengan kondisi gelap gulita alias mati lampu untuk jangka waktu yang lumayan lama, tapi the rest of the show was great! We were singing and dancing along. The bride and the groom were rock! That was the most fun wedding reception I have ever attended so far. And guess what, I was the girl who won the bouquet! Wohoooo!

the coolest bride & groom! pic by @dewi_n

the coolest bride & groom! pic by @dewi_n

Sayang Jogja malam itu diguyur hujan. Jadi kami putuskan untuk tidak melanjutkan malam mingguan diluar melainkan istirahat di rumah.

Keesokan harinya, kami hanya punya waktu 1 jam untuk jalan-jalan dan belanja di Malioboro sebelum pesawat menjemput kami. Entah kenapa yah, kok ga pernah bosen ke Malioboro. Padahal dari jaman dulu yah begitu-begitu aja. Itulah daya tarik misterinya.

Dan tepat 24 jam kaki kami menginjak tanah Jogjakarta. Saatnya kembali ke peraduan di Jakarta and let’s plan another 24hour trip!

the wedding souvenir

the wedding souvenir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s