#SoloTraveling: Ho Chi Minh City, Day 4

Jam 4 subuh saya sudah harus bangun karena 4.30  adalah waktu si Jeep menjemput dan dimulailah Mui Ne tour hari ini. Harga paket tour Mui Ne yang saya dapatkan dari hotel adalah USD 20 dengan kendaraan jeep yang bisa menampung 4 orang. Yah berhubung saya sendirian dan horang kaya, gapapa deh bayar USD 20 buat saya sendiri ;D

Layaknya bos naek jeep berdua aja sama supir, perjalanan dari hotel menuju destinasi pertama yaitu White Sand Dune memakan waktu 40 menit. White Sand Dune itu lokasi dimana kita bisa menjadi saksi dimulainya pagi hari itu. Saya tiba tepat waktu, beberapa saat sebelum sunrise. Kira-kira begini penampakan matahari terbit di White Sand Dune.

Dari White Sand Dune, si bos ini diantar ke Red Sand Dune😀 What to do disini? We can do sand sliding. Begitu kita turun dari kendaraan kita, banyak anak-anak kecil yang nawarin sand sliding. Mereka buka harga di 50,000 vnd. Saya tau itu bukan tariff sebenarnya. Tapi saya pikir, ga masalah lah. Bukan karena horang kaya lho. Seneng aja liat anak-anak ini masih kecil tapi sudah pandai berbahasa Inggris dan berkomunikasi sebegitu baiknya dengan turis-turis. Sekalian juga cari temen yang bisa bantu foto.

Dan anak-anak manis ini pun berubah jadi bandit-bandit kecil yang ngerampok saya karena mereka minta 200,000 vnd untuk mereka berempat. Hah? Are you kidding me? Little @^$*@%*!!! Dan saya pun berubah dari kakak cantik dan manis jadi kakak judes. Take it or leave it, boys!

Beranjak ke Fishing Village. This is all you can see. Layaknya kampung nelayan.

Final destination Mui Ne tour adalah Fairy Stream. Nothing to do hanya berjalan kaki menyusuri sungai kecil dengan pemandangan tebing-tebing yang cukup indah. Kembali pengalaman pahit dengan bandit-bandit kecil tadi terulang. Seorang anak terus mengikuti saya sambil cerita ini itu tentang Fairy Stream (mungkin karena saya terlihat sendiri dan bingung). Perasaan saya udah ga enak. Yasudahlah yaa, niat hati mau kasih 50,000 vnd which is udah lumayan banyak untuk ukuran ngomong segitu doang. Tapi apa yang terjadi, anak itu maksa minta 200,000 vnd. Gila kali yah tuh anak. Ngomel-ngomel di pagi hari pun tak dapat terhindarkan lagi. Terserah deh, take it or leave it. I don’t have money left for tip! Bangke emang!

Okay, Mui Ne tour pun berakhir tepat di jam 9 pagi. Kembali ke hotel untuk persiapan chek-out. Masih kesel dengan banyaknya uang keluar sepagi itu untuk hal-hal yang ga penting. Untungnya mood bisa kembali baik begitu menatap beach view dari hotel. I can say the beach is just so so. Yah sebelas dua belas sama pantai Anyer kali yah. Tapi tetep suara ombaknya yang bikin hati tenang. Sambil menunggu bus kembali ke Ho Chi Minh, saya habiskan waktu dengan bersantai di pantai. Aaah life is good :’)

Let’s get back to the city dengan kemacetan layaknya Jakarta. Etapi macet Jakarta masih yang juara sih.

Punya teman yang tinggal di Ho Chi Minh? Jangan sia-siakan kesempatan jumpa dengan mereka apalagi setelah beberapa hari kamu cuma bisa berkomunikasi sedikit dengan bahasa Inggris dan banyak dengan bahasa tubuh. Janji kencan di Vincom Center, sebuah pusat perbelanjaan yang tak jauh dari pusat kota. Another bad experience yang belum cukup hari ini. Taksi yang saya tumpangi dari Bui Vien menuju Vincom Center yang jaraknya ga jauh bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki, tapi nyatanya si supir taksi pasang argo kuda. 210,000 vnd sampai di tempat tujuan. Dueng! Okay, you just messed up with the wrong person! Jangan takut ngomel2, hasilnya nanti mereka yang akan ngalah kok. Iyalah, takut juga mereka kalo harus dilaporkan ke polisi pariwisata yang banyak ngider di jalan-jalan besar. Setelah gontok-gontokan perihal berapa yang harus saya bayar, akhirnya saya banting pintu taksi sambil mengumpat. What a day! dan dari 2 teman saya yang baru tinggal 2 bulan di Ho Chi Minh city ini, saya temukan bahwa orang-orang disini memang culas. Tapi ga lebih culas dari orang-orang utara atau Hanoi. Ga cuma culas, tapi juga ga ramah sama sekali. Hmm what more can I say? Just be careful😉

Malam terakhir di Ho Chi Minh? Just don’t miss the city night sightseeing, apalagi kalo ada guide-nya seperti 2 teman saya yang baik ini, Juju and his husband Yerry. Jalan-jalan ke pusat kota demi melihat penampakan Comitte Hall, Opera Revolutionary Museum dan gedung-gedung lain yang tampil menawan di malam hari. Ga asik juga kalo ga jalan-jalan ke Ben Thanh market edisi night market. Adanya di luar gedung Ben thanh market. Tapi teringat-ingat dengan culasnya orang-orang lokal sana, saya urungkan niat meski hanya untuk memegang barang-barang dagangannya. Jadi, lihat-lihat aja sambil berlalu jalan. Lihat doang ga bayar kok.

Just enjoy malam terakhir di Ho Chi Minh City.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s