Weekend Trip: Krakatoa Islands

“Selamat Datang Cinta”

Adakah sambutan lebih manis dari itu di dermaga Pulau Sebesi bagi kami para blackpackers? :’) Ya, “Selamat Datang Cinta” tertulis manis di Dermaga.

Weekend Trip kali ini kami percayakan pada pihak ketiga, Learn Indonesia. CPnya Mas Udel. Entah kenapa, mau coba ikut rombongan besar supaya ga ribet juga nyusun itinerary. Toh none of us juga pernah menginjakkan kaki di Krakatoa. Jadi, cukup bayar Rp350,000 all set!😀

So, introducing team weekend trip kali ini The Blackpackers: <ki-ka> Ellie, Tere, Kondang, Bona, Thia, Fitri, Hishom.

We are the blackpackers

Trip kali ini bukan trip Horang Kaya. Kami ngeteng. Betul, kami sedang masa transisi dari manjapackers ke backpacker sesungguhnya. Semoga aja bisa.

Jumat, 11 Mei 2012

Bertolak dari markas #housemates menuju Terminal Kp Rambutan (thanks to Adit yang sudi mengantar kami), bus eksekutif Jakarta-Merak  siap meluncur. Ongkosnya 20ribu untuk bus eksekutif. Perjalanan di Jumat malam sungguh… menyenangkan! (how we wished) Macet & lapar. Lesson learned, ada baiknya makan malam dulu. Perjalanan 4 jam itu bikin gelisah, sumpah.

Sabtu, 12 Mei 2012

Tepat tengah malam, tibalah kami di meeting point Pelabuhan Merak. (Makan nasi goreng pinggiran dulu sebelum tewas). Ga enaknya ikut rombongan apalagi jumlah kepala sampe 50 orang itu bagian tunggu-tungguannya! Nyebelin ga sih kalo kita harus nunggu orang yang ga kita kenal berjam-jam biar bisa berangkat bareng? Buat kita sih nggak. Karena apa? Yang ditunggu-tunggu itu Bona, anggota tim kami #ngikik

Sekitar jam 1 kami naik kapal menuju Bakauheni. Perjalanan sekitar 3 jam ditempuh cukup dengan tidur nyenyak. Jam 4 subuh kami menginjakkan kaki di tanah Sumatra (Lampung lebih tepatnya). Ga pake banyak cingcong, angkutan kota sudah menanti untuk mengangkut kami menuju Dermaga Canti. Perjalanan dari Pelabuhan Merak menuju Dermaga Canti memakan waktu 2 jam. Itu udah cepet banget lho.

Tiba di dermaga Canti untuk refresing, tepat saat langit sudah mulai membiru, saingan sama lautnya🙂

Dan 2 kapal ini siap mengantar rombongan kami untuk 2 hari kedepan, berkeliling Krakatoa Islands.

Sebelum menuju tempat peristirahatan di Pulau Sebesi, kami mampir ke Pulau Sebuku Kecil. Indah! Perpaduan warna hijau dan biru air laut, birunya langit, dan putihnya pasir pantai menyempurnakan pagi itu. Tapi sayang, begitu ke bagian samping Pulau Sebuku Kecil dimana kita bermain air, lumayan banyak sampah yang memperkeruh. Ck! Beranjak sedikit, di sekitar Pulau Sebuku Kecil ada spot untuk snorkeling yang cukup bagus.

Pulau Sebuku Kecil

Snorkeling di sekitar Pulau Sebuku Kecil

Menjelang siang, kami menuju Pulau Sebesi untuk, let’s say check in😀 Di Pulau ini ada banyak rumah penduduk yang nampaknya memang disewakan untuk pelancong seperti kami. Ga enaknya ikut rombongan tour, kami kurang tau detail berapa harga ini itunya. Dan males nanya juga sih. Maunya enjoy the trip like a bos! Check-in, refresh yourself, lunch, hahahihi, sempet juga tidur siang di pantai. Enjoying weekend banget deh pokoknya.

Siang menuju sore, waktunya bertolak ke Pulau Umang Umang. Kembali dengan kapal pribadi, kami menyusuri ombak yang bersahabat. Jangan lupa sunblock or you’ll get tanned!

Welcome to Pulau Umang Umang. Disini kami hanya menikmati keindahan Pulau Umang Umang dan foto-foto sambil mengantar matahari pulang.

Pulau Umang Umang

Begitu matahari sudah berpindah ke belahan bumi lain, kami pun kembali ke Pulau Sebesi. Tenang, sang matahari ga akan telat datang kok besok😉

Sunset di Pulau Umang Umang

Sebagai bagian dari rombongan yang cukup besar, perhatikan ini baik-baik. Kita harus gerak cepat dalam hal apapun, terutama mandi! Usahakan paling duluan deh.

Menghabiskan malam minggu di sebuah Pulau yang jauh dari keramaian kota, beralaskan pasir pantai, beratapkan ratusan kerlap kerlip bintang, dihibur nyanyian debur ombak, lengkap dengan semilir angin laut, aaaah we couldn’t ask for more! Tapi tunggu, we smell something. Seiring dengan bertiupnya angin laut ke arah kami, saat itu pula baunya menusuk hidung. Usut punya usut, ternyata hasil pencernaan anjing liar yang berbentuk pisang goreng cukup besar ada di hadapan kami. #ngek Seketika nuansa romantis pun berubah menjadi huru hara -_-

Relax, shit happens for a reason. Eh maksudnya thing happens for a reason. Sampe sekarang belum nemu juga sih hikmahnya apa. Tapi ga mengurangi indahnya malam minggu di Pulau Sebesi kok. Apalagi ada ikan bakar gratis yang bisa dinikmati.

Minggu, 13 Mei 2012

Ngintip rundownnya, jadwal di hari Minggu memang harus bangun dini hari demi menuju Anak Krakatau yang keberangkatannya dijadwalkan jam 4 subuh. Wah, this is it nih! Puncak dari segala puncak kegiatan wisata Krakatau, yah trekking di Anak Krakatau. Dengan semangat 45 dan muka bantal, kami menuju dermaga dan bersiap melaut ke arah Anak Krakatau yang waktu tempuhnya kurang lebih 2 jam.

Langit masih gelap, angin masih terlalu kencang. Jadi kami disarankan untuk duduk manis di dalam kapal, bukan di dek-nya. Tapi emang sungguh, angin dan ombaknya dahsyat. Berasa naik kora-kora tapi bedanya yang kali ini for real. *sesegera mungkin kenakan life jacket* Daripada pusing, mending dibawa tidur. Itupun kalo bisa.

Begitu kapal merapat ke dermaga, kok keliatannya familiar. Kenapa ada “Selamat Datang Cinta” di Anak Krakatau? Ternyata eh ternyata kami putar arah kembali ke Pulau Sebesi karena si kapten kapal ga sanggup mengarungi ombak yang sebesar itu.

Sekitar jam 9 pagi, kami kembali bertekad mengarungi ombak yang semoga sudah bersahabat demi mencapai Anak Krakatau. Perjalanan laut 2 jam dari Pulau Sebesi menuju Anak Krakatau sungguh pengalaman seru. Ombaknya dan anginnya masih besar. Tapi setidaknya langit sudah terang, jadi ga terlalu menakutkan. *put on your life jacket* kita ga akan tau kalau tiba-tiba kita terlempar dari kapal kan? Layaknya naik kora-kora tapi dengan teknologi 4D deh, siap-siap berbasah kuyup kena cipratan ombak.

Penampakan Anak Krakatau sudah di pelupuk mata. Meski dari jauh, saya percaya yang ada disana akan jauh lebih indah.

Anak Krakatoa

Setelah berdoa, trekking pun dimulai. Jangan sepelekan doa selama kita masih percaya akan Tuhan. Karena apa? Anak Krakatau ini masih aktif. Belum lama kan dengar berita Anak Krakatau ini sedang beraktivitas? Karena memang begitu adanya. Siap-siap dengan getaran-getaran kecil dan lain sebagainya. Maka dari itu, trekking Anak Krakatau hanya sampai patok 9. Tapi menurut saya memang di patok 9 ini puncak keindahan yang bisa kita dapatkan.

Welcome to Cagar Alam Anak Krakatau

Trekking menuju patok 9 sebenarnya ga terlalu susah kok. Hanya dalam waktu sekitar 1 jam, kita bisa sampai di puncaknya. Hanya saja memang tingkat kemiringannya yang hampir 45 derajat bikin ngos-ngosan. Apalagi trekking di siang bolong itu bak sedang memanggang diri di alam terbuka.

Trekking Anak Krakatoa

Tenang, semua akan kebayar saat kita mencapai puncaknya. Saran, saat kita berjalan mendaki, don’t ever look back. Simpan rasa penasaran sampai di titik akhir. Nah, begitu sampai di puncak, you may look back and say “Woooooooooow!” Yup, it is so damn beautiful!

Take your time for a while and enjoy the view. Good treatment for your eyes!

Time to go home, we skipped Lagoon Cabe karena memang waktunya tidak memungkinkan. Another 3 hours of perjalanan laut dari Anak Krakatau langsung ke Canti, masih belum cukup. Ingat, kami masih ada 2 jam perjalanan laut dari Bakauheni ke Merak. Plus 4 jam ngebus dari Merak ke Jakarta. 00.30 di hari Senin, kami baru kembali dari weekend trip kami.

Perjalanan panjang memang. Tapi weekend trip ini sungguh membekas di hati :’)

Terima kasih Cinta🙂

For more pictures, kindly visit my album of Krakatoa Trip. Enjoy as we do!

2 thoughts on “Weekend Trip: Krakatoa Islands

  1. Sama-sama Rangga…🙂
    Eh, ada yang lupa tuh.. Pas sebelum ke Pulau Umang Umang sebenernya ada satu spot snorkeling lagi, yang dalamnya lebih dari 3 meter, yang mana tidak satu pun di antara kita yang mau turun, termasuk Hishom si Bolang.. Pada saat anggota rombongan lain pada nyebur, kita malah ongkang ongkang kaki di atas kapal sambil heureuy gak jelas… =D #absurd banget deh kita…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s