Bahagia Itu Sederhana

Mengutip dari keyakinan seorang teman, bahwasannya bahagia itu sederhana. Sesederhana apa?

Bagi saya sesederhana makan malam di warteg bersama orang tercinta. Sesederhana minum kopi pahit bersama keluarga tersayang. Sesederhana berbagi cerita dengan orang terkasih, apapun ceritanya. Sesederhana tertawa, menertawakan dan ditertawai. Sesederhana melakukan kekonyolan dan kebodohan. Sesederhana menatap langit tanpa memikirkan apapun. Juga sesederhana melihat orang lain tersenyum dan tertawa karena kita.

Sebagian dari kita masih terus berusaha menemukan kebahagiaan. Mencarinya hanya di satu atau dua orang yang kita yakini mampu memberi kebahagiaan sesungguhnya. Kenyataannya, bahagia itu bisa datang kapanpun, dimanapun, dari dan dengan siapapun. Bahkan bisa jadi dari seseorang yang selama ini tak pernah terpikir mampu membuat kita tersenyum.

Saat mulai meyakini bahwa bahagia itu sederhana, niscaya akan membawa kita untuk juga meyakini bahwa menjadi sederhana itu bahagia.

I know I’m not the happiest person on earth. But at least I know that I am a happy person. And that’s enough for me.

Jadi, bahagia itu sederhana, sesederhana tulisan ini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s