Menceburkan Diri di Green Canyon

“Hah? Lo sering traveling ke luar negeri? Spore? Thai? HK? Syd? Itu ga ada apa2nya dibanding body rafting di #greencanyon *cintai produk lokal*”

Begitu deh kira2 bunyi kicauan saya saat perjalanan pulang ke Jakarta dari Batu Karas. Saat itu, bahkan sampai detik ini, excitement body rafting di Green Canyon dan semua aktifitas pendukungnya masih bergejolak. #halah

Tentunya udah dipikir panjang dulu sebelum tweeting. Yakin, bakal lumayan banyak orang yang tersinggung. Meski sebetulnya sih itu singgungan untuk diri saya sendiri.

Percaya deh, entah udah berapa kali lo bolak balik Singapore, sekian kali nyambangin Thailand, sering kali transit KL, hobi shopping di Hongkong, itu semua ga bikin lo lantas dibilang traveler sejati. At least i won’t say that yaaaa… Sampe lo ngerasain body rafting di Green Canyon. Kalo kata guide Kang Jais sih jalur body rafting no 1 di Asia. And I beat it!!! *bangga berlebihan atas diri sendiri* –> jangan ditiru yaaa pemirsa.

Sebut saja Baraja, body rafting provider milik Kang Rahmat. Emang kami ga punya nama lain buat dibandingkan juga sih, tapi yakinlah Kang Rahmat ini oke punya & memuaskan. Service no wahidnya so pasti karena dia mengutus 2 guide yang super keren, apalagi dibandingkan dengan guide punya tetangga. Hehehehe… *gandeng Kang Jais & Kang Jarot*. yang satu ga nahan tatonya, yang satunya lagi ga nahan otot bisep, trisep, sayap, perut six-pack nya. *loh kok detil banget yaaa* Pokoknya kalo deket-deket dia bawaannya pengen bawa gelas & breast pump😀

Sudah, sudah… Kembali ke topik awal.

Perjalanan dimulai dari markas Baraja. Setelah setiap personil dipersenjatai dengan body protector lengkap dari ujung kepala sampai ujung kaki (kecuali belakangan kami sadari masih kurang 1 perlengkapan, yaitu bokong protector). Setelah all set, jangan lupa berfoto ala team rescue seperti berikut ini:

Team Odyssey

Untuk menuju starting point, kami diangkut menggunakan mobil pick up. Semua barang-barang bisa ditinggal di markas, tapi kalau terlalu berharga seperti kunci mobil, ada baiknya dibawa saja. Kan si guide-nya bawa kantung anti air. Kamera wajib dibawa ya, karena kalo ga, no pics = hoax. Mau kita ngomong sampe mulut berbusa, orang ga akan percaya. Dan yakinlah, guide2 ini sudah terlatih menggunakan kamera meski saat mereka di air. Encang encing ga tuh?! Satu lagi, mereka tau kapan harus foto, dimana harus bergaya, dan bagaimana mengatur pose oke. Belum makan? Jangan khawatir, mereka akan mampir minimarket untuk beli air dan cemilan untuk ganjel perut.

Pitstop isi perut

Perjalanan dari markas ke starting point ditempuh kurang lebih 30 menit naek mobil pick up dengan jalur menanjak yang sempit dan berbelok-belok lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki menelusuri jalan turunan setapak (yang ini 10 menit cukup). Begitu sampai di starting point, nikmati dulu air hijaunya dan jangan lupa berdoa. Apalagi kalo ada salah satu anggota tim yang belum siap lahir batin :p

a moment before we get into the water

Dan Byuuuuurrrrr!!! We get into the water dan mulai mengambang-ngambang karena air di rute awal masih cukup tenang. Sungguh tak ada jalan kembali selain mengikuti arus air. Di awal masih sedikit takut karena belum bisa menyeimbangkan dan mengontrol badan. Bagaimana mau posisi terlentang, telungkup, tegak, atau gaya bebas. Tapi percayalah, begitu kita sudah berkenalan dan bersahabat dengan si air hijau itu, niscaya semua akan baik-baik saja. Bahkan terlalu nikmat untuk dilalui begitu saja dengan teriak-teriak. Harus dinikmati setiap detiknya dengan bersyukur. “Oh God, just like heaven!” (sambil mengambang-ngambang dan menikmati sedikit sinar matahari yang menembus pepohonan dan tebing-tebing besar. Habis itu, bolehlah teriak “Like a boss!”

pose favorit #teamodysey

Body rafting itu ga cuma bertahan di arus air, tapi juga termasuk trekking di bebatuan pinggir sungai. Kenapa? Karena arus air yang sangat deras yang terlalu berbahaya untuk dilalui. Jangan khawatir, ga kalah menantang juga kok. Apalagi bebatuannya licin, jadi harus extra hati-hati. Tapi persentase-nya lebih banyak di air tentu saja.

menyusuri tebing Green Canyon

Menurut prediksi akang-akang guide sih perjalanan body rafting ini memakan waktu 3 jam. Dan terbukti tim kami bukan tim ecek-ecek karena berhasil menyelesaikan rute rafting dalam waktu 3 jam.

Aaahhh…. Rasanya waktu berjalan terlalu cepat. Sungguh tak ingin perjalanan ini berakhir😦

Eh tapi tunggu dulu. Belum dapet klimaksnya nih.

All you’ve been through, semua arus yang kau lewati, semua batu-batu karang yang menggores bokongmu, beberapa liter air hijau yang kau teguk, belum lengkap rasanya tanpa terjun bebas dari Batu Payung, batu besar setinggi 7 meter. Lima dari kami bertujuh cukup punya nyali. I’m one of them! Wohoooo! Meski cuma saya yang loncat berdua sambil berpegangan tangan dengan Kang Jarot :”> Terharu saya! Sumpah, sensasi saat melompat dan tercebur itu sungguh luar binasa!!

Batu Payung setinggi 7 m

Wes, mentas yoook mentas!

Akhirnya kami sampai di titik finish dengan selamat. Sebuah perahu menanti kami di ujung sana yang akan membawa kami kembali ke peradaban. Melalui 1 pitstop, dimana kami harus berganti perahu, perjalanan menyusuri genangan air hijau dan pemandangan serba hijau ditempuh dalam waktu kurang lebih 15menit.

on boat!

Dan tibalah saat dimana kami harus melucuti satu per satu perlengkapan rafting kami. Sedih😦 yang lebih sedih saat harus berpisah dengan Kang Jais dan Kang Jarot😀 #ups Maksudnya sedih mengakhiri petualangan ini.

Overall rating dari saya pribadi untuk pengalaman body rafting ini adalah 9 of 10 point! Saya memang belum pernah rafting sebelumnya, tapi bagi mereka yang sudah pernah, rafting pake perahu karet itu ga ada apa-apanya dibandingkan body rafting. Wohooo!

Dan kami pun berkendara kembali menuju Bale Karang dengan cerita yang tak henti-henti. Tak henti meski sampai hari ini🙂

Thanks to #teamodyssey!

#teamodyssey did it!!

6 thoughts on “Menceburkan Diri di Green Canyon

  1. heyy salam kenal..aq baru kmren tuh tgl 8-9-10 Feb 2013 ke ksana…guide aku juga alhamdulillah a jarot …wahhh bener bgd a jarot itu top markotop…aq juga sempet tenggelam kebawa arus plus kesurupan, tapi a jarot yg nolongin aq…wah bangga bgd deh ma a jarot…

  2. haloo. salam kenal nic
    Aq baru kemaren ini juga kesana bulan Mei 2013.. waahh seru banget dec ini gk akan terlupakan. Gokil dec… Aq juga pke jasa body rafting Baraja tp kang jarot bukan guide qt cie. Tp tetep aa jais, aa diki n aa dede yg temenin qt sampe finish. Mereka tanggung jawab banget dec orang’y.🙂🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s