Modal Jempol #balsemtrip

“Backpacker kok sewa mobil??? Backpacker kan modalnya jempol doang.” Begitulah celetukan dari Mas Temon, pengusaha Kaldera Outdoor Rent di Malang. Celetukan yang sekaligus sentilan buat saya & 2 travelmate saya -_-

Ga sepenuhnya nyentil sih, karena kami pun menyadari bahwa kami belum seutuhnya jadi backpacker, masih di komunitas manjapacker, yang maunya kereta eksekutif & tinggal di penginapan layak (layak menurut kami)😀

Malam itu kami turun dari mobil sewaan di depan toko Kaldera untuk mengembalikan barang-barang sewaan. Kalau ga mepet juga kami ga akan sewa mobil kok.

So this is our story about what happened on the first day of 2012. A good way to start the year😉

Itinerary kami mungkin kurang tepat. Destinasi terakhir yaitu Pulau Sempu dimana hari terakhir itu kami harus mengejar kereta untuk kembali ke Jakarta, sungguh kurang bijak😀

Menurut perhitungan waktu sih, kami punya cukup waktu untuk segera ke stasiun dan duduk manis di kereta eksekutif Gajayana. JIKALAU semua berjalan lancar seperti seharusnya. JIKALAU angkutan kembali ke Pasar Turen muncul tepat waktu. Beruntungnya kami, entah karena volume mobil yang berlebihan di tahun baru atau karena hujan, jalur Pasar Turen – Sendang Biru yang jaraknya jauh itu macet total di satu titik. It happened like never before katanya.

Lucky us. Si Elf yang ditunggu-tunggu tak kunjung tiba. Mulai panik. Apapun dilakukan. Salah satu usaha kami dengan pose di pinggir jalan bermodalkan jempol, senyum manis, celana pendek (ouch, yang ini sumpah ga sengaja), dan papan bertuliskan “NUMPANG MALANG, MAU BAYAR”.

*Maaf, tak sempat tertangkap kamera. Gambar diatas hanya ilustrasi

Lebih dari 30 menit kami berdiri di pinggir jalan sambil hujan-hujanan, banyak kendaraan umum charteran dan kendaraan pribadi lewat. Lewat aja gitu. Paling nengok dikit baca papannya. Abis itu yuk dadah bubye! Sampai pada saat sebuah truk lewat. Tanpa ragu dia berhenti dan mengijinkan kami numpang. Cuma dibayar dengan rokok seharga Rp 10,000.

Menjadi pe’numpang’ truk bersama pe’numpang’ lainnya, seorang bapak yang menenteng gitar. Dan ternyata si bapak memang pengamen. Sempat lama manggung di bus-bus sekitaran Blok M. Wow! Alhasil, untuk membunuh waktu & rasa bosan di tengah kemacetan yang super parah, lagu Ebiet G. Ade & Iwan Fals pun mengguncang truk dan sekitarnya. Tariiik maaaang!

Meski numpang ga sampai tujuan, lumayanlah buat kita bergerak sedikit. Meski pada akhirnya pun kami menyerah karena kereta kami ga kekejar. Dari Sumbermanjing, tempat kami diturunkan, kami tinggal meneruskan perjalanan. Macet total memakan waktu hampir 4 jam. Kehujanan di atas truk. Begitu melewati macet, angin super kencang menembus baju kami yang sudah kuyup. Brrrr! Bertahan! Begitu sampai di Sumbermanjing, angkutan yang kami cari sudah tak ada. Perfect! Akhirnya kami sewa mobil seharga Rp 175,000 yang siap mengantar kami ke Malang.

As Mas Temon said, backpacker cuma dengan modal jempol bisa sampai dimanapun tujuannya :p Ya ya ya😀 We did that once today. Dan sudah tak sanggup lagi ngacungin jempol di pinggir jalan yang masih hujan. So, no choice lah. Mari bayar mobil sewaan!

Apa yang sudah kami lewati sungguh-sungguh hebat. What an experience! Untungnya kami masih ada tempat menginap di malam tambahan itu. Kalau tidak, hmmm… Tidur di stasiun deh -_- Kantong udah kempes pula. Kalau hal itu terjadi, mungkin status kami makin mendekati backpacker sesungguhnya :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s