Agent Kebaikan di Jalan

Beberapa tahun belakangan ini mungkin Anda sudah sangat familiar dengan beberapa orang berseragam NGO Internasional ternama yang tiba-tiba sangat ramah kepada Anda. “Have a Good Day!” salah satu sapaan khasnya. Atau sok ikrib mau nanya ini itu ke kita. Padahal kenal aja kagak. Dimana-mana deh. Kita bisa tiba-tiba kepergok di jembatan penyeberangan, di kolong jembatan, di dalam mall, di pinggir jalan protokol, dan dimanapun itu. You name it lah.

Pernahkah sekali saja Anda bersedia meluangkan waktu Anda untuk berhenti sejenak dan mendengarkan mereka atau sekedar menjawab pertanyaan mereka? Saya pernah. Beberapa kali. Karena saya penasaran. Awalnya mereka celoteh ini itu, tergantung big issue apa yang dibawa oleh NGO nya itu. Apakah itu tentang isu anak-anak, problematika hewan yang hampir punah, atau lain sebagainya. Saat itu saya bersama NGO anak-anak dunia. Bla bla bla and the bla and the bla. Sampai pada titik pertanyaan, ‘Ibu punya kartu kredit?’. Terang saja saya jawab ‘Tidak’. Dan seketika obrolan yang tadi begitu manisnya terputus di tengah jalan. Dan secepat kilat mereka menutup perbincangan seru kita dengan ‘Have a good day!’ What the ^#%@^@&*!

Padahal saya mau tanya lebih lanjut. Bagi orang-orang baik seperti saya tapi ga punya kartu kredit, bagaimana caranya membantu anak-anak ini? Dulu sebelumnya saya pernah sampai pada titik perbincangan ini dengan salah satu dari mereka. Ternyata pemirsa, mereka tidak tahu apa dan bagaimana saya bisa menolong. Sungguh mengecewakan. Saat itu terpikir, ‘kok bisa yah?’

Belakangan, Tuhan mempertemukan saya dengan salah satu dari mereka yang kemudian menjadi teman. Diketahui, bahwa ternyata mereka bukanlah orang-orang yang bekerja di NGO-NGO itu. Ya memang mereka bekerja untuk NGO tersebut. Tapi mereka datang dari perusahaan lain yang menyediakan seperangkat marketing strategy lengkap dengan SDMnya. ‘ooh pantassss’, bisik saya dalam hati.

Dan dari teman saya ini pun, diketahui bahwa metode dan strategi marketing jemput bola di jalanan yang panas ini sungguh berhasil. Lebih dari 60% pemasukan NGO besar itu datangnya dari mereka. W.O.W it’s wow! Saya mengangguk-angguk dalam hati.

Tidak bisa dipungkiri memang orang-orang yang turun ke jalanan ini sungguh well prepared, yang ga tanggung-tanggung ditraining sedemikian rupa. Apalagi untuk urusan kesabarannya. Acungin jempol dah! Mau disinisin kayak gimana juga, masih bisa jawab dengan positif. Yaah entah mengutuk apa dari dalam hatinya sih.

Kesuksesan metode ini mengilhami NGO lainnya untuk melakukan hal yang serupa. Bahkan NGO lokal yang menyayagi jantung itu pun sudah menerapkan strategi yang sama. Alhasil, semakin banyak agent kebaikan ini di jalan. Bahkan, dalam satu lokasi, bisa ada beberapa spot agent kebaikan ini. Baru beberapa langkah ke kanan menghindari agent yang satu, eh malah kepergok agent yang lainnya.

Ini bukan masalah niat baik menolong atau tidaknya yah. Saya yakin kita semua punya cara masing-masing untuk berbuat baik. Dan sialnya, cara dicegat ditengah jalan seperti ini banyak mengundang reaksi negatif. Sungguh feedback yang kurang baik mengingat NGO yang terwakilkannya itu adalah NGO-NGO kelas atas. Adakah jalan lain yang lebih menenangkan hati bagi kami?

2 thoughts on “Agent Kebaikan di Jalan

  1. “Oh pantasss..”, i said that too thank to this article. Pernah juga berhenti untuk mendengarkan agen itu, yes dengan NGO yang sama pula. Dan akhirnya kecewa karena saya juga ga bisa bantu gara-gara tak punya kartu kredit. Ini adil?

    Yah, setidaknya masih banyak jalan lainnya untuk kebaikan🙂

  2. gak masukin google adsense atau ads di page mu? biar dapat penghasilan tambahan juga blog mu.. hehehe.. itu cara menjemput bola ala google adsense atau ads.. gak NGO saja.. hehehehe..

    yang aku tahu penghasilan org NGO/INGO biasanya byk dari donors yg notaben perusahaan2 besar yang males buat kerjaan CSR taaa kasih ke NGO/PBB saja biar mereka reporting ke masing2 bagian kalau mereka udah berbuat kebaikan dengan masyarakat dunia habis itu lanjut deh hancurin bumi kita lagi.. hohohoho…

    mau pure kebaikan seperti yang dilakukan oleh Prof Yunus dengan Foundationnya Grameen Bank memperkayakan org2 miskin di bangladesh dan dunia… teori beliau yang aneh bgt sampe dapat Nobel Peace Prize dehh ngalahin pak SBY tahun berapa gitu… hohoho..

    Peace

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s