Menulislah, Aku Akan Membacanya

Lupakan usia dan pengalaman kerja. Sebut saja saya abege labil. Layaknya ababil yang kadang maunya ini, kadang maunya itu.

Dulu, dulu sekali. Saya mengagumi pria rohis yang tampak memukau saat mengenakan baju koko berwarna putih dengan wajah bersinar terbasuh air suci. Tapi mohon dicatat, tidak dengan celana ngatung dan 2 tanda hitam di dahi.

Waktu berlalu. Dan terus bergerak. Melewati beberapa kali perubahan akan sosok pria idaman.

Sampai pada titik ini.

Sungguh, seringkali saya dibuat tak berkutik saat membaca tulisan-tulisan indah. Tulisan indah disini adalah tulisan ringan tanpa sastra yang njelimet namun bermakna ruar biasa. Entah itu tulisan panjang yang terangkum dalam blog, atau bahkan hanya sekumpulan 140 karakter dalam garis waktu. Saya hanya terkagum-kagum, betapa hebatnya mereka merangkai kata menjadi kalimat. Dan merangkai kalimat menjadi paragraf. Yang Indah. Tulisan indah itu seksi. Menurut saya. Juga penulisnya.

Meski saya tak berbakat menulis indah, namun saya yakin, akan selalu ada tulisan indah untuk dibaca.

“Aku tak pandai menulis indah. Tp aku cukup pandai untuk membaca tulisan indah. Menulislah, aku akan membacanya :)”

Tertulis,
Ellie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s