Di Bawah Lindungan Ka’bah – Kisah Romeo & Juliet versi Muslim

Diangkat dari sastra karya Buya Hamka yang berjudul sama, film Di Bawah Lindungan Ka’bah menjadi alternatif tontonan yang menghibur sekaligus menyentuh saat libur panjang Lebaran tahun ini.

Kisah ceritanya sudah tidak usah diragukan lagi. Maklum, based on Indonesia’s best remembered novel karya Buya Hamka. Karya sastra lama memang memiliki alur cerita yang menarik, orisinil, berbeda, dan abadi. Berlatar tahun 1920-an pada era penjajahan Belanda, dengan setting Padang pada masa itu, membuat film ini jadi lebih menarik. Dari situ, terlihat kesungguhan tim produksi dalam menggarap film ini. Detil kunonya menarik, kecuali pesan sponsor kacang di dalamnya. Katanya sih memang menelan biaya produksi yang sangat mahal.

Cerita cinta dalam film ini layaknya kisah cinta tragis dan kasih tak sampai Romeo & Juliet. Yang ini, versi Moslemnya.

Herjunot Ali yang berperan sebagai Hamid sungguh menghayati perannya dengan sepenuh hati. Baru tahu kalau pemuda ini serius bisa berakting😀 Salute!

Ternyata cerita ini sudah pernah difilmkan sebelumnya di tahun 1981. Jadi penasaran film pertamanya seperti apa? Ada iklan kacangnya juga kah?😛

Yang pasti, yang paling saya ingat dari film ini adalah… “Dimanapun kamu berada, saat kamu merasa sendirian, percayalah kita tidak pernah sendirian. Ada Allah bersama kita”. Kurang lebih seperti itu.

 

One thought on “Di Bawah Lindungan Ka’bah – Kisah Romeo & Juliet versi Muslim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s