Respect Other’s Request

Belum genap setahun saya bekerja di perusahaan ini. 10 bulan tepatnya. Semua berjalan lancar dengan jatuh bangun tentu saja. Apalagi usia perusahaan ini sama persis seperti masa saya bekerja disini. Yup, saya adalah salah satu dari 2 personil awal perusahaan ini. Saya dan founder sekaligus owner perusahaan ini sendiri.

Respect Other’s Request…
“Yaudah sih, apply mah apply aja. Toh belum tentu diterima kan?” – feedback seorang teman dekat ketika saya gundah gulana saat ditawari untuk coba apply ke perusahaan lain yang sedang membutuhkan new employee. “Respect Other’s Request!” tambahnya. Aha! Ungkapan itu yang melekat dalam pikiran hingga terbawa mimpi. Bener juga sih.

Thinking. Updating CV. Thinking. Sending Updated CV. Thinking. Waiting for feedback. Being interviewed, face to face meeting. Being interviewed by phone. Thinking. Second round interview by phone. Thinking. And then being hired. Thinking and thinking more. Aaaah thinking has been one of my hobbies lately😀

Kurang ajar, mungkin. Ga sopan, bisa jadi. Oportunis, bisa ya. Egois, boleh dikatakan. Apapun reaksinya, sah-sah saja. Yang pasti, saya hanya mengambil kesempatan besar yang ada di depan mata dan berusaha untuk tidak menyia-nyikannya. Meski diawal sedikit ragu apakah saya mampu berada di tempat itu atau tidak. Namun, setelah berpikir, berpikir dan berpikir, when they have faith in me, didukung lagi dengan keyakinan orang-orang terdekat bahwa saya bisa, kenapa saya sendiri harus ragu atas diri saya? I’m not a chicken shit! Then I  give it a shot!

Ya, saya menerima tawaran di perusahaan internasional yang masih sangat asing bagi saya ini. Bukan hanya perusahaannya itu sendiri yang terdengar asing, tapi juga lahannya. Positive thinking, mungkin ini salah satu jalan untuk menjadi lebih pintar. Dengan segala kelebihan dan kekurangan saya dan perusahaan baru ini, saya siap jatuh bangun, jungkir balik, banting tulang, lecet-lecet, dan segala macam resiko yang harus ditanggung atas keputusan saya ini.

Come too soon? Yess, bisa dibilang begitu. Kesempatan berkarir di area Asia Pasifik sungguh ada dalam career path saya. Tapi bukan saat ini. When it comes too soon? Apalagi yang bisa kamu lakukan selain bersyukur dan meraih kesempatan itu.

To be honest, saya masih tertarik dengan dunia ke-PR-an yang telah membesarkan nama saya ini. #halah Bisa, masih bisa saya belajar PR. Bonusnya, sekarang saya belajar bisnis. Dengan dunia sosial yang masih ada dalam genggaman saya.

Terima kasih Tuhan atas kesempatan ini. Misteri yang harus saya pecahkan sendiri. Tapi saya yakin, rencana-Mu selalu indah🙂 Terima kasih pihak-pihak yang mempunyai keyakinan atas diri saya. Terima kasih orang-orang terdekat yang selalu mendukung setiap jejak langkah saya.

“Life is a journey. It can take you anywhere you choose to go. As long as you’re learning, you’ll find all you’ll ever need to know. Be strong! You’ll break it. Hold on! You’ll make it. Just don’t forsake it because no one can tell you what you can’t do. No one can stop you. You know that I’m talking to you.”

Cheers,

Ellie

One thought on “Respect Other’s Request

  1. Wah, gw baru baca🙂
    Harus gw bilang…gw ga tau lu ngomong apa…tapi kalo lu jelaskan…gw pasti langsung jadi orang2 yang percaya elu bisa :)…HIGH FIVE!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s