Mendarat di Bumi Laskar Pelangi

Written by @fitri_dhoy

Pada suatu ketika di akhir Desember saya mendapat perintah yang sangat menyenangkan dari Ibu boss. Yak! Saya disuruh untuk mengambil alias menghabiskan jatah cuti (annual leave) tahun 2010 yang masih tersisa 6 hari lagi, dengan syarat harus dihabiskan sebelum akhir Januari.

Seketika saya teringat kenapa 6 hari itu masih terhutang sampai tahun 2010 berakhir. Enam hari cuti itu seharusnya sudah saya ambil di bulan November 2010 untuk trip ke Pattaya. Tapi duty call menggagalkan perjalanan itu. Yes, the journey was completely failed!!

Karena itu lah saya merasa harus membayar kekecewaan itu kepada diri saya sendiri. Saya harus merencanakan sebuah perjalanan sebagai reward atas kerja keras saya sekaligus membayar kekecewaan si Pattaya. Perjalanan yang tidak terlalu memakan biaya besar tapi masih enjoyable. Perjalanan yang harus dieksekusi sebelum akhir Januari karena akhir Januari saya sudah harus kembali ke hutan, hehehe… Saya membayangkan sebuah pantai, saya menginginkan bangun tidur di pagi hari saat membuka jendela atau pintu saya akan melihat pemandangan pantai yang indah… *menerawang*

 

BELITUNG. Ke sana lah pilihan saya akhirnya jatuh setelah melakukan beberapa pencarian di internet dan diskusi dengan beberapa teman. Oke, tanpa pikir panjang lagi segera saya pesan tiket pesawat via http://tiket-pesawat-online.com/ sekaligus mencari penginapan di Belitung juga melalui internet. Saya putuskan untuk melakukan perjalanan ini pada tanggal 6-8 Januari 2011, hari kamis – sabtu, dengan pertimbangan tidak terlalu weekend dan masih punya hari minggu untuk istirahat. Oh iya, enam hari sisa cuti itu tidak sekaligus saya ambil semua, tiga hari lainnya saya ambil di minggu ketiga, entah untuk apa, belum saya putuskan…

Tiket pesawat yang paling murah ke Tanjung Pandan (TJQ) adalah Batavia Air. Saya dapet rate Rp. 814.000,- (round ticket) dari site di atas. Harga resmi dari Batavia Air adalah Rp. 794.000, yang Rp. 20.000 adalah fee untuk si agentnya. Sayangnya situs resmi Batavia Air tidak bisa melakukan booking online, sudah saya coba tapi selalu gagal. Tak apa lah, saya pikir Rp. 20.000 itu fee yang wajar.

 

Lalu mencari penginapan di Belitung. Perjalanan ini memang limited budget, tapi saya juga sedang tidak sudi ber-backpacker-ria. Remember… I’m rewarding myself.. Not in term of looking for an adventure.

Dari yang saya dapat di internet, hotel yang terbaik di sana levelnya bintang tiga (***). Sisanya bintang dua, bintang satu, dan lebih banyak lagi wisma atau penginapan. Tentu saja saya mencari penginapan di depan pantai demi cita-cita saya bangun pagi tadi, dan penginapan yang letaknya persis di depan pantai antara lain Lor-In di Tanjung Tinggi, Grand Pelangi dan Grand Pondok Impian di Tanjung Pendam, Bukit Berahu di Tanjung Binga, dan Kelayang Cottage di Tanjung Kelayang (hampir semua berbentuk cottage). Lor-In terlalu mahal untuk saya, Grand Pelangi dan Grand Pondok Impian full booked di tanggal 7, akhirnya jadi lah Kelayang Cottage terbooking via telpon. Bagi yang membutuhkan silahkan ke web ini: www.kelayangcottages.com.

Kelayang cottage cuma punya empat kamar dengan AC yang dihargai Rp. 300.000 per malam, dan empat kamar dengan kipas angin yang dihargai Rp. 200.000 per malam. Kamar sederhana dengan spring bed dan kelambu, tanpa televisi. kamar mandi shower dan toilet duduk. Mereka menyediakan handuk, sabun batangan dan tissue toilet, tapi tidak menyediakan air minum di dalam kamar. Oh iya, dan mereka ada masalah dengan air bersih. Kadang airnya berwarna coklat dan banyak residu tanahnya. Menurut salah satu pegawainya itu hanya karena pompa airnya belum hidup. Tapi, sebelumnya saya juga pernah baca bahwa Belitung memang agak kesulitan air bersih, jadi saya memang sudah siap dengan keadaan ini.

 

Untuk mempermudah perjalanan saya, demi rewarding myself tadi, biar gak pusing sama urusan transportasi dan makan, saya ambil paket dari Kelayang Cottage ini. Dengan Rp. 1.500.000 saya dapat paket 3D2N yang termasuk kamar AC, mobil plus supir dan BBM selama saya di sini, sewa boat untuk hopping islands, meals, bahkan termasuk sewa alat snorkeling.

Saya rasa itu harga yang cukup fair, dengan break down sbb: harga kamar per malam Rp. 300.000, dua malam berarti Rp. 600.000. Harga sewa boat adalah Rp. 350.000. Harga sewa mobil kalau untuk antar jemput bandara saja Rp. 400.000, tapi untuk jalan-jalan keliling Belitung bisa sampai Rp. 600.000 per hari. Sewa alat snorkeling di site tetangga sebelah adalah Rp. 50.000. Harga makanan di restoran cottage standar restoran sea food, rasanya juga standar. Mungkin cenderung mahal malah, misalnya harga udang goreng tepung atau cumi asam manis dan sejenisnya adalah Rp. 35.000 per porsi. Hhhmm.. Perlu diingat bahwa saya juga sedang tidak ingin wisata kuliner, jadi soal makanan tidak terlalu jadi perhatian saya.

Yak! Itu lah persiapan perjalanannya saja. Saya harap cukup membantu buat teman-teman yang berencana pergi ke sana. Dan perlu diingat, perjalanan saya ini termasuk average, maksudnya bukan trip paket hemat ala backpacker, bukan pula a glamour journey ala orang-orang kebanyakan uang, hehehe… So, kalau teman-teman kira-kira mau agak hemat lagi masih bisa jauh lebih murah dapetnya. Apalagi kalau rame-rame sewa boatnya bisa patungan. Kalau mau lebih murah lagi bisa pake kapal Lawit instead of naik pesawat. *wink*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s