Do We Need New Year’s Resolutions?

Hmmm where do I live? Celingak kanan, celinguk kiri. No one (around me) do this thing. Thing we called listing resolutions.

Mereka bilang resolusi ga akan bertahan lama. Kurang dari setengah tahun pertama, kita akan lupa dengan resolusi kita. Benarkah? Ah nggak juga. Saya masih ingat (cek resolusi tahun lalu) dan bahkan sampai detik-detik terakhir tahun ini saya masih berusaha mengejarnya. *hiperbola*

Ya, mereka bilang resolusi tak lagi penting, tapi justru cuma bisa jadi beban. Toh kenyataannya mereka bisa mewujudkan mimpi dan keinginannya tanpa harus berkiblat pada resolusi. Mereka bilang, semakin bertambah umurmu, resolusi tak lagi menyenangkan. Layaknya tamparan dari oma untuk tante mischa, resolusi menyakitimu dan rasanya pedih. *hiperbola lagi*

Resolusi tidak lagi dilihat sebagai motivasi dan list prioritas untuk mencapai harapan dalam hidup.

Not for me! Saya masih menganggap listing resolutions itu sebagai hal yang cukup menyenangkan dalam menyambut tahun baru. Terserah, boleh dikata semangat saya masih membara karena usia yang cenderung lebih muda atau apalah, tapi ya, I’ll do this: listing resolutions. Mumpung masih ada semangatnya. Iya toh? Kan nggak menutup kemungkinan beberapa tahun lagi saya juga seperti mereka :p Nikmati selagi masih bisa.

Kenapa listing resolutions itu menyenangkan buat saya, istilahnya colong start ngumpulin semangat menghadapi tahun baru. Pertama dengan listing resolutions, kita bisa berimajinasi jauh untuk melakukan dan mencapai apapun yang menurut kita memang sudah waktunya terwujud. Kedua, we’ll know what to do dan bisa mulai mengatur strategy to make it happen. Ketiga, menentukan prioritas diatas segalanya. Keempat, sebagai motivasi untuk terus berusaha sepanjang tahun. Terakhir, setidaknya hidup kita setahun kedepan ada proposalnya alias ada tujuannya. I didn’t say orang-orang yang nggak punya resolusi itu nggak punya tujuan lhoo. Bedanya lebih terarah dan terorganisir.

Oke, kalau beberapa resolusi tahunan malah menjadi beban karena nggak pernah tercapai setelah sekian tahun ngendok di dalam list. Keep fighting kalau emang belum capek ngejarnya. Tapi kalau udah menyerah, yah forget it. Cause everything’s gonna be okay, kata Mas Bondan Prakoso.

Ohya, 2011 is my 25th years living on earth. Let’s do something big! A friend of mine told me that: “Being 25 is like being on top of the world. You feel like your 25, do it! or else you  would lose the desire”. >> Agree!!


Just make it short🙂 What is yours?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s