Tawa Itu Mahal Harganya!

Tawa itu mahal harganya bung! Seorang milyarder sekalipun belum tentu sanggup memberikan tawa yang sesungguhnya kepada orang lain di sekitarnya.

Namun tawa itu dengan mudah diberikan oleh sekelompok remaja asal Aceh kepada anak-anak Dilts Foundation. Dan saya pun bahkan terpingkal-pingkal😀

Sabtu, 20 November 2010 – Rumah Singgah Dilts Foundation kedatangan kakak-kakak berkaos kuning bertuliskan Hidung Merah Circus. Mereka adalah interns dari Yayasan Hidung Merah (Red Nose Foundation).

Seketika kami membuka pagar lebar-lebar, menyusun lantai puzzle di teras, dan berkeliling kampung untuk “menculik” anak-anak agar bergabung bersama kami menyaksikan pertunjukan badut dan sirkus dari Hidung Merah. Bagi penonton, dibagikan hidung merah. Dipakai yaaa…

 

 

 

 

 

 

Siang itu, Hidung Merah interns berhasil membawa canda tawa di rumah singgah dan sekitarnya. Dengan disaksikan langsung oleh The Director of Red Nose Foundation, Dan Roberts, anak-anak interns asal Aceh ini sukses menyuguhkan sebuah pertunjukan yang sangat sangat sangat menghibur. Tidak hanya anak-anak, kami yang sudah dewasa pun tak mungkin untuk tidak tertawa.

Lihat tawa anak-anak ini…

photo by twiras

Hidung Circus tampil dalam 3 segmen dengan cerita yang berbeda-beda. Lucu sudah pasti. Orisinil, tentu saja! Sepertinya mereka sendiri yang menciptakan ceritanya. Kalo kata Ryanti Cartwright “I like it!”. Oh no, I love it! I really love it!

Segmen 1

Segmen 2

Segmen 3

Dengan kostum sederhana, mereka tampil tidak sederhana. Dengan logat Aceh Melayu yang kental, mereka berdialog. Serasa nonton Upin&Ipin😀 Tak heran, semakin banyak anak-anak yang berdatangan untuk dapat menonton pertunjukan ini.

Peluh terlihat menetes dari setiap mereka. I can see they’re so tired, but at the same time, I can feel their spirit. Mereka tampil all out demi melihat dan mendengar tawa anak-anak yang menyaksikannya. And they just did it!

Belum selesai sampai disini! Interns Hidung Merah membuka kesempatan bagi anak-anak untuk bisa belajar circus langsung.

First Class

Second Class

Bagi interns yang baru dilatih selama 5 bulan, menurut saya ini adalah sebuah pencapaian yang patut dikagumi. Menurut Dan Roberts, anak-anak interns-nya ini akan kembali ke Aceh bulan Desember 2010 dan akan mengadakan 75 pertunjukan dalam waktu sebulan. Bravo! Outstanding!

I would like to thank to @HidungMerah Circus, Dan Roberts, Reny Antoni Roberts, all interns for sharing smile and laugh at Rumah Singgah. You guys did it so well. Dan must be proud of you. Hope to see you next time. Good luck!

Ternyata tawa tidak semahal itu, asalkan kita ikhlas untuk menularkannya.

 

2 thoughts on “Tawa Itu Mahal Harganya!

  1. Seru seru.. Mau kesana, tapi niat diurungkan. Takutnya nanti mengganggu suasana keceriaan. Pada lari tunggang langgang. Eh.

    Anyway, congrats utk acaranya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s