Rindu Sahabat Pena

“Hello Sahabat Digital

See you later Sahabat Pena!”

Maaf, bukan maksud hati saya mengucap perpisahan pada sahabat pena. Tapi mau bagaimana lagi, sahabat pena itu sendiri yang tega meninggalkan saya. Apakah mereka marah? Kecewa? Kesal? Apa salah saya?

Bukan. Bukan sepenuhnya salah saya. Beberapa dari mereka memutuskan untuk pergi dengan sendirinya karena ada faktor penarik. Ya, ternyata faktor ini memang sungguh menarik. Begitu menggoda. Sebut saja Facebook, Twitter, Blog, MySpace, Foursquare, Koprol, Tumblr, Youtube, Flickr, dan teman-temannya yang lain.

Dengan semua kemudahan, interaksi, kecepatan dan keragamannya, jejaring social ini berdaya tarik dahsyat. Kehadirannya seketika mampu menghentikan aliran pena di atas kertas surat. Eksistensinya mampu menjadikan kertas surat warna warni sebagai kertas usang yang tak lagi terjamah. Naiknya popularitas mereka mampu menurunkan angka penjualan perangko. Kemunculannya mampu menenggelamklan tren filateli. Dan kedatangannya mampu membuat Pak Pos pulang lebih awal.

Begitulah kira-kira nasib Sahabat Pena. Sosoknya telah tergantikan oleh sahabat lainnya. Perkenalkan… Sahabat Digital. Sepertinya ia lebih popular. Benar, saya pun memiliki sahabat digital jauh lebih banyak dibandingkan sahabat pena saya dahulu.

Ah, saya jadi merindukan Sahabat Pena saya. Sedang apa dia disana ya?

PS: I would love to be your Sahabat Pena🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s