Fixie Gengxie

Ada yang cukup menarik perhatian setiap kali saya bersepeda di Car Free Day Sudirman – Thamrin. Alhasil, ga lagi fokus sama sepedaan karena mata jelalatan dan sibuk belanja ke kanan dan ke kiri. No no no, bukan sosok cowo yah. Yang ini jauh lebih menarik dan jauh lebih seksi dari sosok cowo *what the hell am I saying?* Belakangan menurut saya, Car Free Day jadi ajang pamer sepeda. Bukan cuma saya yang jelalatan matanya, sebagian besar orang juga melakukan hal yang sama. Mencaricari – memperhatikan – terus diperhatikan – masih diperhatikan –  lalu berbisikbisik ke temannya – berakhir dengan pembahasan atau malah memberanikan diri untuk bertanya ini itu tentang sepeda yang menurut mereka menarik.

Apakah itu? Yang menarik perhatian. Yang berwarna-warni. Yang necis. Yang keren. Please welcome FIXIE. Jenis sepeda yang sekarang lagi tren (no more seli). Bukan cuma buat sepedaan, tapi fixie udah nyatu sama gaya hidup si pengendaranya. Pengendara fixie pun punya gaya berpakaian sendiri. Harus necis katanya. Hmmm agak berat yah mengimbanginya. Tapi mau gimana lagi, fixie ini so irresistible!

Ga percaya? Take a look at this!

Or this…

Memang, dilihat dari desain dan gayanya yang super keren dan cenderung necis or nyentrik, bisa dibilang fixie bukan cuma sekedar sepeda biasa, tapi lebih ke gaya hidup. Kesan keren otomatis menempel pula pada si pengendaranya. Dengan pede luar biasa cenderung pamer (hihihi saya aja yang syirik), pengendara fixie dengan leluasa melenggang mengitari ibukota dari satu spot ke spot yang lain. Kurang lebih, beginilah style si pengendara fixie.

Fixie memang berbeda dari kebanyakan sepeda. Apa aja sih bedanya fixie dengan sepeda lainnya? Nih, lebih jelasnya tentang Fixie: (taken from goesbike.com)

Sepeda Fixie identik dengan gaya minimalis, murah dan tidak ribet. (Murah? saya kurang setuju ;p). Sepeda Fixie tidak memiliki rem, pedal terus berputar selama roda mengelinding. Itulah sepeda yang sedang tren dikalangan muda sampai pekerja. Mengunakan sepeda tidak hanya sebagai alat transportasi, tetapi untuk gaya hidup. Membangun sepeda Fixie boleh dibilang gampang gampang susah, urusan komponen begitu banyak dan sebagian bisa dikombinasikan dengan komponen sepeda balap. Hanya sepeda Fixie lebih sederhana, ibarat kalangan muda dengan gaya tersendiri sehingga bisa membuat sepeda sesuka hati.

Ciri sepeda Fixie: Sepeda Fixie identik dengan sepeda tanpa rem, tanpa gear dinamis belakang. Semua dibuat fix, roda berputar maka pedal ikut berputar. Mengerem sepeda Fixie hanya mengandalkan kekuatan pedal dengan menahan laju atau mendorong pedal ke belakang serta dibantu dari roda depan.
Ban sepeda Fixie juga tipis, sehingga ringan ketika di genjot. dan yang lain menarik pada bagian stang. Dimana stang atau handlebar sepeda Fixie dibuat dengan tegak lurus. Minimalis disain menjadi ciri sepeda single speed ini.

Nah, teman… ada dua cara mendapatkan fixie yang diidam-idamkan. Pertama, silakan beli jadi. Kedua, silakan pinjam. (yang kedua sungguh jangan ditiru, itu saya!)

Fixie made in B17ILTS

Serius, yang pertama kita bisa beli jadi. Cocok buat kalian yang ga punya waktu banyak tapi punya uang banyak ;p Harganya bervariasi tergantung spare part nya. Mulai dari 2 juta – 6 juta. *cek dompet, masih kurang*😥

Yang kedua, kita bisa merakit sendiri. Ini yang teman saya @B17ILTS lakukan. Beliau sudah berhasil menyulap 3 bangkai sepeda menjadi Fixie yang menarik. Menurut pengakuannya, per sepeda dia menghabiskan kurang lebih 2 juta. Yah itu dia, meski merakit sendiri, tak lantas harganya jadi lebih murah karena tergantung spare part nya. Agak lebih repot sih kalo mau rakit sendiri. Harus rajin-rajin tanya ke banyak toko biar dapet harga super murah dengan kualitas bagus, juga harus teliti dan sabar. Proses perakitan fixie bisa cepet bisa juga lama. Kalo semua spare part nya sudah available, tinggal dirakit, beberapa hari juga udah jadi kok. Nah berdasarkan penglihatan saya, yang menyita waktu paling banyak adalah saat proses pembersihan si bangkai bodi nya. (karena beli bangkainya di tukang loak sepeda, jadi harus kerja ekstra merontokkan cat lama dan diganti dengan cat baru). Juga lama disurvey toko toko. Dari Mangga Dua sampe ke Kemayoran.

Jujur, saya tertarik sangat untuk merakit fixie saya sendiri. Karena enaknya merakit sendiri, pilihan warna dan desainnya sesuka hati sesuai dengan keinginan. Aah… yang pasti fixie mencerminkan kepribadianmu. Soon, I will have my own fixie!

Like this…

Or like this one…

*komatkamitberdoa*

10 thoughts on “Fixie Gengxie

  1. *speed reading*

    Oooo jadi sudah dijual terus ganti fixie ya? Keren dan gaul memang.

    Kalau aku sih, karena bukan anak gaul yang suka jadi pusat perhatian, belum tertarik dengan fixie. Boro-boro.. sepeda yang sekarang aja pakenya paling cuman wiken doang😀.

  2. hmmm…. mangkanya jangan speed reading. jadi ga tau kan kalo saya masih berkomat kamit berdoa mengharap punya Fixie.😀
    Ups! jangan menyindir. masih mending dipake tiap wiken. apa kabar yang sepedaan kalo lagi ada mood aja? :))

  3. ive just googling 2 look 4 FIXIE images..but then why do i stuck into a ‘Name’?a familiar Name n her Blog??whoalaahh it was U toh heheh..kirain uve already got one of these catchy bike..i will NV U then😀

  4. Pingback: Surat Cinta dari Wordpress: “2010 in review” « Missellieneous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s