Hasil Cetakan Jakarta

“Begini nih, hasil cetakan Jakarta!” Duweeeeng!! Kata-kata itu keluar begitu saja dengan sangat cepatnya dari mulut kakak perempuan saya. Secepat respon saya menyantap soto campur di warung tenda sate di area parker Cilandak Mall.

Yah, semua hanya berawal dari semangkuk soto campur kegemaran saya. Tempting sangat memang. Begitu si ibu penjual menyajikan mangkuk soto itu di meja kami, meski itu bukan pesanan saya, tanpa berpikir panjang saya langsung menyicipinya. Tapi sudah dipersilahkan terlebih dahulu lho! Saya sadar itu bukan pesanan saya, tapi untuk bersama-sama. Respon super cepat saya itu mengundang celetukan dari salah seorang teman kakak saya. (FYI, kami makan berempat. Saya, kakak saya, dan 2 orang temannya). Begini dia bilang: “Buset kak, cepet amat! Sabar kak, santay!”. Karena saya merasa apa yang saya lakukan benar adanya, saya menjawabnya. “Ini Jakarta bung! Segala sesuatu harus cepat. Siapa cepat dia dapat!”, saya menimpali sambil tertawa. Dari situlah muncul celetukan lain yang menjadi judul postingan ini, “Begini nih, hasil cetakan Jakarta”. Oops!

Jakarta Yang Angkuh

Obrolan-obrolan tadi memang obrolan biasa, candaan-candaan kami sehari-hari. Tapi entah kenapa, kata-kata “hasil cetakan Jakarta” tadi membekas. Apa benar saya sudah seutuhnya jadi “Jakarta People”? yang notaben-nya label itu selalu saya hindari untuk diri saya sendiri. Tapi selalu saya ungkapkan untuk melabelkan orang Jakarta dengan segala karakteristik uniknya. Nah, Jakarta People dan banyak karakteristik termasuk keegoisannya akan menjadi bahasan saya di lembar selanjutnya.

Muncul pertanyaan besar, am I part of Jakarta People now? Tanpa disadari? Dan disadari oleh orang-orang sekitar? Perlu dikhawatirkan kah? Sudah terlanjur atau bisa diperbaiki? I’ll find out myself🙂

2 thoughts on “Hasil Cetakan Jakarta

  1. “Begini nih, hasil cetakan Jakarta!” >> jleb!

    jadi kesimpulannya, kaya gimana sih ‘hasil cetakan Jakarta’?
    *saking blunder-nya sampe gak bisa bedanin mana yang cetakan jakarta mana yang bukan*😀

    “Ini Jakarta bung! Segala sesuatu harus cepat. Siapa cepat dia dapat!” >> jleb! (lagi)

    kalo dipikir-pikir, ngeri juga yah hidup di jakarta.. (hampir) semua serba jalur cepat..
    *langsung melipir ngambil jalur lambat*😀

  2. lebih terasa “jleb”nya kalo keluar dari mulut secara verbal dibandingkan visual ;p

    hmmm hasil cetakan jakarta…
    imho, mereka yang serba terburu-buru, ga sabaran, gampang tersinggung, dan masih banyak yang lainnya. paling tidak, yang tersebut tadi yang sudah mulai menjangkiti saya😀 semuanya serba in a rush, karena yang ada dalam pikiran mereka: time is money. semakin terbuang waktu mereka, semakin terbuang juga pundi-pundi mereka -_-!

    semoga di jalur lambat ga macet yah😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s