Soundtrack of Life

“lepaskanlah ikatanmu dengan aku biar kamu senang. Bila berat melupakan aku. Pelan-pelan saja…”

Lagu itu dibawakan dengan cukup indah oleh seseorang yang saya hafal sekali mukanya. Bagaimana tidak, dulu 5 tahun yang lalu, saban hari selama 3 tahun saya bersekolah di Kota Bogor, tiap harinya saya bertatap muka dengan orang ini di dalam bus Bogor-Cibinong-Bekasi. Ia adalah pengamen di pintu tol Jagorawi sejak sekian tahun yang lalu. Ya Tuhan, masih lho doi jadi pengamen di tempat yang sama.

Sadar ga sih, pengamen itu ternyata bukan hanya sekedar seseorang yang mencari rejeki dengan bernyanyi. *pengamen yang saya maksud disini adalah mereka yang betul-betul niat menjual kemampuan bernyanyi dan musiknya dengan minimal menyanyikan satu buah lagu secara utuh. Bukan mereka yang hanya menyanyikan dua baris lirik lagu sambil genjrang genjreng ga jelas kemudian langsung ngibrit ketika sudah mendapatkan uang. Bukan pula anak-anak dibawah umur yang bernyanyi melalui gumaman sambil kecrak kecrek.

Yes, harus diakui, pengamen adalah pembawa soundtrack hidup kita. Mungkin kita sering mendengar contoh lagu tadi di tv dan radio. We feel nothing. Tapi entah kenapa ketika lagu itu dinyanyikan dengan sepenuh hati oleh pengamen dengan penuh penjiwaan, juga efek live pastinya, lagu itu jadi begitu special. Lagu itu terdengar berbeda dan tiba-tiba kita mendengar setiap kata dalam barisan lirik dengan jelas hingga kita mengerti betul maksud lagu itu dibuat.

Menurut saya, ada dua hal yang bisa dilakukan pengamen dalam rangka menciptakan soundtrack hidup kita. Pertama, mereka mampu mengingatkan kita akan keadaan yang sedang kita hadapi dengan menyanyikan sebuah lagu yang memang kita sudah mengerti sebelumnya.

“Mau dibawa kemana hubungan kita… Jika kau terus menunda-nunda…Dan tak pernah menyatakan cinta…”

Hahaha… rasanya ingin tertawa mendengar lagu itu. menyentil perasaan yang sedang gundah gulana karena digantungkan oleh seseorang tak bertanggung jawab.

Atau lagu ini

“jangan jangan kau menolak cintaku… jangan jangan kau ragukan hatiku…ku kan selalu setia menunggu…untuk jadi pacarmu”

Yang kedua, mereka mampu mendefinisikan perasaan kita meski kadang kita sendiri pun tidak bisa melakukannya. Dalam keadaan tertentu, mereka memberitahukan kepada kita apa yang sebenarnya sedang kita rasakan, melalui lagu yang sempurna.

Geregetan.. Jadinya geregetan Apa yang harus ku lakukan

Geregetan.. Duh aku geregetan Mungkinkah aku jatuh cinta

Ku coba.. Ku sapa dirinya

Ku tanya.. Siapa namanya

Ku dengar.. Desah suaranya

Oh lengkaplah sudah

Seraya mendengar lagu itu dikumandangkan oleh beberapa orang pengamen dengan sederhana dan apa adanya, kita tersadar bahwa sebenarnya kita sedang merasakan hal yang sama. Tiba-tiba muka kita memerah dan senyam senyum sendiri ga jelas. Jadi malu akyu… begitulah kurang lebihnya.

So, seperti yang sering mereka celotehkan saat meminta ijin mengamen dan meminta keikhlasan kita sebagai audience mereka, “Ikhlas bagi Anda, halal bagi kami”, jangan ragu untuk menyisihkan sedikit rejeki kita untuk mereka. Okelah kalau kita berpikir, “masih seger buger kok ngamen Mas? sono cari kerjaan yang lebih serius!” atau mungkin kita belum termasuk orang-orang dengan jiwa social yang tinggi yang tanpa berpikir panjang selalu ingin berbagi dengan orang-orang yang kurang beruntung. Tapi setidaknya, berterima kasihlah kepada mereka karena mereka telah menyanyikan “Soundtrack of Life” kita dengan begitu indahnya.

2 thoughts on “Soundtrack of Life

  1. Belakangan saya menyadari.
    Ada kerinduan tersendiri pada lagu-lagu lokal indonesa ituh. Kenapa oh kenapa?
    Karena lagu-lagu itu memang sudah menjadi ‘soundtrack of life’ kita. Ketika kita menunggu macet itu untuk pelan-pelan pudar atau sekedar bengong dalam perjalanan pulang ke rumah, lagu-lagu itu memang menyadarkan saya. Ya, saya dengan perasaan mellow saya, perasaan marah saya kepada hidup yang tidak adil, atau cengar-cengir saya ketika teringat seseorang.
    Senorak-noraknya lagu itu atau semelayu-melayunya lagu itu, tetap mereka membuat saya tersadar, “eeehh.. ini lagu gw banget.” Liriknya yang berbahasa indonesia makin memudahkan kita untuk mengempatikan diri kita sebagai sang penyanyi.
    So, lagu indonesa? rock on beib!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s