Malam di Malang

(21-22 December 2009)
Malang Kota Apel.  Begitulah top ten hasil pencarian Om Google. Tapi, based on our own experience, nothing to do with apel. Bahkan kami tak sedikit pun mencium apalagi merasakan asamnya apel malang. Ada juga yang mengatakan, belum ke Malang kalo belum makan bakwan malang. Nah, yang satu ini kami setuju. Karena begitu sampai di Terminal Arjosari Malang, bakwan malang lah satu-satunya hidangan yang menggugah selera.

Niat berhemat, kami menuju tempat penginapan by angkot. Tapi ternyata angkot AG yang dimaksud sungguh sungguh bikin emosi. Nunggunya lama, dan untuk pertama kalinya, angkot dengan ukuran yang sama tapi dengan kapasitas yang lebih banyak, bahkan pintu pun dijadikan tempat duduk. Ckckckck… ternyata ada yang lebih parah dibanding angkot Bandung.

Citi Hub dengan Konsep Hotel. Di awal, dengan harga yang sangat murah yaitu Rp165,000 membuat kami sedikit khawatir, seperti apa hotel ini. Tapi begitu sampai di Jl Jaksa Agung Suprapto 11, kami terkaget-kaget karena kenyataannya lebih dari yang kami bayangkan. Citi Hub is highly recommended. Bisa dipastikan, hotel ini adalah hotel terbaik kami selama 9 hari perjalanan. Bukan hanya hotel, tempat ini seperti one stop shopping. Terdapat mini market, warnet, laundry kiloan yang sangat murah yaitu Rp12,500 per 5 kg hanya dalam waktu 3 jam saja dan dilengkapi dengan 24 hours emergency business store by URGENT.

Citi Hub, All You Need is Here

Memiliki teman di kota yang kami kunjungi memberi kemudahan tersendiri. Salah seorang teman yang asli Malang mengantar kami keliling kota Malang di malam hari. Kami makan malam di warung seafood Jalan Kawi, daerah Pulosari. Wangi jagung bakar yang ada di warung sebelahnya pun menggugah selera. Biar ga usah repot-repot makan jagung bareng tongkolnya, warung ini menawarkan jagung tanpa tongkol alias sudah di serut terlebih dahulu. Ditabur cokelat dan keju, jagung bakar siap dinikmati.


Soak Ngalam
.

Soak Ngalam @ Atok Ngalam

Apaan tuh? Ini memang tempat baru di Malang. Baru saja dibuka bahkan belum sebulan lamanya. Bagi kamu yang jago membaca terbalik, pasti tahu apa Soak Ngalam ini. Yup, dibalik jadi Kaos Malang. Sebuah toko tjindera mata malang yang terletak di Jalan Kawi No 24. Semacam Dagadu dan sejenisnya, Soak Ngalam menawarkan berbagai kaos hasil desain dan kreatif sendiri. Dengan tulisan-tulisan terbalik juga dengan kata-kata yang nyeleneh, Soak Ngalam punya keunikan tersendiri. Patut dikunjungi! Selanjutnya kami bergerak ke…

Toko Oen, the famous one.

Berkali-kali diliput di berbagai program kuliner televisi. Mumpung di Malang, so there is no reason to skip this place. Terletak di Jalan Basuki Rahmat, Toko Oen yang terkenal dengan es krim nya yang lezat, menawarkan suasana khas jaman Belanda dulu. Gedung tua dan interior jadul membuat tempat ini berkesan.

Oen Ice Cream.... Yummmyyy...

No more time di Malang. Tapi wisata malam dirasa sudah cukup. Mungkin next time jika kami kembali ke Malang, Kota Batu akan menjadi pilihan tujuan wisata. Dengan wisata apel dan udara dinginnya, tak mungkin kami melewatkannya untuk kedua kali.

Meski sangat sangat betah tinggal di hotel ini, waktu kami habis di Malang. Kami harus melanjutkan perjalanan. Dengan travel “Baik Travel” bertarif Rp100,000 yang kemudian di tengah perjalanan ditransfer ke “Surya Travel”, kami melewatkan lebih dari 7 jam perjalanan menantang maut. Sooo not recommended! It was a near death experience! We will never ever do it again! Next destination… Solo.

A very good learn from this City:

  1. Angkot is no way. Better take taksi to save your time. Taksi dalam kota biasanya dipasang tarif Rp30,000.
  2. Tak selamanya “harga itu ga bohong”. Karena dengan harga super murah, kami mendapatkan ruang hotel yang terbaik dibanding 5 hotel lainnya selama perjalanan panjang ini. Citi Hub rocks!Have more time to visit Kota Batu Malang. Banyak spot yang bisa dikunjungi.
  3. Jangan pernah gunakan jasa travel manapun. Never! For your own good and for your life!

5 thoughts on “Malam di Malang

    • hohoho… it was a nightmare for us. tapi mungkin ga segitunya buat yang lain yang udah terbiasa. pengalaman terburuk kami selama perjalanan 9 hari itu adalah naik travel dr Malang ke Solo. ugal-ugalan abis. at that moment, rasanya nyawa udah ga ada harganya lagi. tapi ternyata setelah selamat (Alhamdulillah) sampai Solo, baru ketauan kalo memang katanya smua travel disana (Jateng-Jatim) begitu adanya. pantesan, di dalam travel kok yang sewotnkita doang. sedangkan yang lain adem ayem aja -_-! begitulah🙂

  1. Pingback: Surat Cinta dari Wordpress: “2010 in review” « Missellieneous

  2. Hi,Missell..
    Hotel kamu tinggal sounds great..apa nama hotelnya??could you tell to me..with phone number so much appreciated..lagi bingung nyari hotel dimalang..klo browsing di online booking kok mahal” banget yah..thanks before🙂

    • Hi Bella, sorry for late reply. Semoga belum telat. Kebetulan tahun baru kemarin juga ke Malang. Pengennya nginep di Citihub lagi, tapi ternyata udah fully booked. Rate nya sekarang Rp 210,000. Tapi liburan kemarin sih naik sampai Rp285,000. Masih lebih murah kok dibandingkan yang lain. Coba hubungi ke Citihub Hotel Malang Jl. Jaksa Agung Suprapto 11, Malang Tel. 0341-369385. Good luck!😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s