When Someone Get Disappointed

Kecewa sudah pasti, apalagi mereka yang penuh perjuangan datang ke Senayan, kehabisan tiket, harus beli tiket yang harganya jauh lebih mahal dari para calo, namun semangat kemenangan tak diraih. Kekecewaan seperti inilah yang dirasakan Hendri Mulyadi, salah seorang penonton asal Bekasi pada pertandingan kualifikasi Liga Asia 2011, Rabu malam, 6 Januari 2010 di GBK Senayan. Hendri Mulyadi yang semula hanyalah penonton kebanyakan, usai pertandingan justru mendadak jadi pahlawan. Menit-menit terakhir injury time sudah tidak bisa lagi membendung rasa kesal sekaligus kecewa yang dirasakan Hendri. Dengan susah payah memanjat pagar yang cukup tinggi, ia berhasil melaluinya dan berlari ke tengah lapangan untuk merebut bola. Ia berhasil merebut bola karena semua pemain hanya bisa terdiam melihat tingkah supporter ini. Lalu dengan penuh percaya diri ia menggiring  bola menuju gawang Oman. Gemuruh suara seisi stadion menyemangati Hendri. Tapi sayang Hendri tak berhasil membobol gawang Al Habsi Ali Abdullah Harib. Hendri dengan segera diamankan pihak kepolisian. Tapi entah kenapa, polisi bertindak lambat hingga Hendri mampu menggiring bola sejauh setengah lapangan sampai mencoba memasukkannya ke gawang. Jika saja pria 20 tahun itu berhasil mencetak gol, mungkin perjuangannya ke tengah lapangan dan menjadi pusat perhatian seluruh penonton di stadion maupun seluruh Indonesia akan terbayar. Namun perjuangan Hendri tidak sia-sia. Mendadak Hendri menjadi sorotan dimana-mana bahkan menjadi headline di beberapa artikel surat kabar dan media online. Bukan hanya sorotan, ia dijuluki sebagai pahlawan timnas. Hendri dianggap pahlawan yang berani mencurahkan kemarahan dan kekecewaan pecinta bola tanah air atas kegagalan PSSI membawa timnas ke laga internasional. Berbagai bentuk dukungan pun mengalir kepadanya. Di beberapa forum online, Hendri mendapat dukungan penuh. Begitu pun di jejaring social facebook. Muncul tidak hanya satu atau dua grup dan fan page yang menyerukan dukungan untuk Hendri Mulyadi. Tak tanggung-tangung, dukungan untuk seorang Hendri diantaranya mendukung Hendri untuk menjadi ketua PSSI bahkan menjadi pemain timnas atau striker timnas. Kekalahan, kekesalan, kekecewaan, kericuhan yang terjadi saat ini memang tidak sebanding dengan semangat pecinta bola tanah air yang sedang berusaha merebut tuan rumah Piala Dunia 2022. Seakan berbanding terbalik dengan kenyataan perih dan memalukan akan prestasi timnas yang meredup. Kemanakah PSSI akan membawa dunia persepakbolaan Indonesia? Apapun, Garuda tetap di Dadaku.

Hidup Indonesia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s