Kram Perut Karena Tertawa

Pagi ini ketika saya terbangun, saya merasakan kram yang cukup dahsyat di bagian perut. ‘Ouch,,,kenapa ya? Bukan waktunya coming moon kok?’ setelah dipikir-pikir, ternyata eh ternyata akibat tertawa yang berlebihan semalam.

Semalam, kami para relawan Dilts Foundation menghadiri undangan Nita, Mitha, dan Kiki makan malam di Strawberry Cafe, Gandaria. Dalam rangka merayakan berakhirnya masa PKL mereka di Dilts, katanya. Bukan juga farewell sih, karena mereka pasti kembali ke Dilts. (Insya Allah). Berkumpulah kami di cafe itu untuk pertama kalinya bagi saya, ka bayu, ka bima, ka uthi, udi, dimas, dan agung. sstt…denger-denger dari orang sih, Strawberry Cafe itu tempatnya ABG-ABG gitu deh. tapi ga terbukti tuh. kayaknya pengunjung disana seumuran kita. *yaiyalah, kan kita juga ABG😀 mungkin strawberry cafe yang di Tanjung Duren. yang katanya dulu langganan tempat syuting reality show ala ABG.

‘Wow… so unique!’ bisik saya dalam hati. Feels like in the jungle dengan pohon-pohon dan pernak-pernik serba strawberry. Menunya pun ga mau kalah. Aneh-aneh tp lucu. Saking anehnya, udi dkk bingung mau pesen apa. Serunya, sambil nunggu orderan datang, kami bisa bermain permainan yang telah disediakan. cukup bervariasi. mainlah kita. Lupa tuh nama gamesnya apa. Cukup seru. Eh tiba-tiba padamlah lampu seisi ruangan. Cuma ada sorotan sinar laser warna hijau dan lagu Good Bye dari Spice Girl diputar dengan volume yang sangat besar. Kru café berbaris membawa lilin-lilin dan salah satunya membawa kue cokelat. Tak disangka tak dinyana, kenapa mereka berhenti di meja kami?? Ooo… tenryata kejutan untuk Kak Bayu, ungkapan rasa terima kasih dari Nita dan Mitha yang merasa sangat terbantu selama PKL di DF. Bukan cuma dipermalukan di depan umum and disuruh tiup lilin yang memang didesain untuk selalu menyala, tapi target surprise ini juga di semprot abis2an. Waaah kalo yang beginian, saya nggak ikutan yaaa… kaboooorrr… :p

Pecahlah suasana. Ada yang tertawa terbahak-bahak, ada yang syiok (saking shock-nya), ada yang bete dikerjain. Dari situlah dimulai kegilaan malam itu. Mulai berani main games lain dengan tantangan yang lebih seru. Tawa tak henti-hentinya. Serasa exercise lho. Udah ruangannya ga dingin sama sekali, manusianya bergerak terus, ketawa terus yang menguras energi, alhasil basah kuyuplah kita. Sepertinya bukan dari acara dinner nih, tapi abis nonton konser Peterpan di lapangan manaaa gitu.😀

But it was so much fun, really. Ga sadar betapa berlebihannya candaan semalam, pagi ini baru terasa efeknya. Damn, my stomach! Ternyata sampai siang pun kramnya masih terasa. Iseng-iseng mengunjungi Om Google. Eh beragam artikel didapat tentang tertawa.
Kurang lebih seperti ini:

Ternyata tertawa itu tabiat manusia. Bahkan hewan pun tak dapat tertawa. Apa kabar manusia yang tak bisa tertawa alias jutek bawaan dari lahir?

Jenis-jenis dan tingkatan-tingkatan tertawa menurut kamus bahasa Arab:
a.Tabassum (tersenyum)
Yaitu tingkatan dibawah tertawa dan merupakan tertawa yang paling baik.
b.Tertawa terbahak-bahak (Antagha)
c.Tertawa yang apabila ditampakkan berupa dengungan (Alkhanna wal khaniinan).
d.Tertawa terbahak-bahak yang paling buruk (Thaikhun thaikhun).
e.Tertawa yang melengking (Atthahthahatun)
f.Tertawa yang lebih dari tersenyum (Alhanuufu). Sebagian orang Arab menkhusukan yang satu ini dengan tertawanya para wanita.

Nah, apa yang semalam kami lakukan, termasuk yang mana yah? Sepertinya Thaikhun thaikhun😀

a. Secara Kesehatan
• Sama dengan olahraga  bener banget, kram-nya sama seperti kalo kita abis sit up ratusan kali😀
• Mengurangi infeksi paru-paru
• Mengurangi sakit jantung
• Meningkatkan semangat dan kesehatan
• Mengurangi dua hormon dalam tubuh yaitu eniferin dan kortisol, yang bisa menghalangi proses penyembuhan penyakit
• Mengurangi rasa nyeri atau sakit
• Obat awet muda   good point 
b. Secara Psikologi
• Mengurangi stress  apa kalo kebanyakan tertawa justru ga dikira orang stres???
• Meningkatkan kekebalan  kekebalan akan rasa malu??
• Menurunkan tekanan darah tinggi
• Mencegah penyakit
c. Secara Ibadah
• Merupakan sedekah  waduh, sedekah gampang banget yah? Ga perlu jadi orang kaya dulu. Alhamdulilah sedekah saya cukup :p
• Memberi kesan berseri dan optimis.
• Penawar bagi rohani, obat bagi jiwa dan ketenangan bagi sanubari yang lelah setelah berusaha dan bekerja
• Tanda kemurahan hati, isyarat bagi suatu temperamen yang mantap, tanda bagi murninya suatu tujuan
• Menunjukkan kebahagiaan.  it feels so damn good 
Sebenernya sih masih banyak yang bisa dishare. Tapi sayang, setelah dibaca, banyak yang tidak saya setujui. Salah satunya tidak menjadikan tawa sebagai salah satu profesi. In fact, ga mudah lho membuat orang lain tersenyum, bahagia bahkan tertawa lepas. Saya justru mengagumi profesi ini. Salut untuk mereka 

In conclusion, perlu adanya manajemen diri. Tapi saya tetap mendukung adanya gerakan tertawa.😀😀😀

Cheers

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s