Jakarta… Apapun, I Love You Just The Way You Are

Jakarta itu kejam. Kata-kata itulah yang selalu saya ucapkan saat teman-teman menanyakan kabar saya di Jakarta. Meski ada benarnya juga, namun bagi saya itu hanyalah lelucon yang menggambarkan bagaimana saya harus bisa struggling hidup di kota ini.
Setahun lebih saya bekerja di Jakarta, tepatnya di Jalan MH. Thamrin yang notaben-nya menjadi salah satu pusat perkantoran ibu kota dan salah satu kawasan segitiga emas. lima hari dalam seminggu saya bolak balik melewati jalur Kuningan, Sudirman, dan Thamrin. Dari jamannya nebeng.com pake taksi, nebeng Zola-nya bos di kantor, sampai sekarang pulang pergi naik busway. Dari berangkat pagi, berangkat siang, pulang sore, sampe pulang tengah malem bahkan subuh, pemandangan ibukota lah yang terlihat. Cantik memang. Dipenuhi gedung-gedung tinggi bak hutan beton, kemacetan yang luar biasa, orang-orang yang sibuk lalu lalang, fenomena kehidupan sosial warga Jakarta dari kalangan bawah hingga pejabat. Segala sesuatu berjalan sangat cepat di Jakarta. Setidaknya itulah yang saya rasakan. Ketika tinggal di rumah yang jauh dari Jakarta, waktu berjalan begitu lambat. Tapi ketika memasuki Jakarta, segalanya serba cepat. Seakan-akan Jakarta memiliki zona waktu sendiri. WIBJ: Waktu Indonesia Bagian Jakarta.

What I Love bout Jakarta:
– Busway. Meski seringkali bikin kesel, mau ga mau, butuh ga butuh, Transjakarta Busway lah jalan keluarnya. Tanpa disadari, saya sudah menjadi penggemar Busway. Busway yang mengantar saya sampai kantor. Dengan menggunakan 2 koridor Busway, yakni koridor 6 kemudian transit ke koridor 1, saya bisa sampai kantor tidak terlalu siang. Hanya dengan Rp 3.500. Sayang, sampai saat ini saya belum merasakan semua koridor busway hingga yang terbaru jurusan Lebak Bulus-Tomang. One day lah ingin berkeliling naik semua busway :p Busway di jam-jam sibuk (jam pergi dan pulang kantor) menyedihkan memang. Penuh sesak, antri panjang, dan macet pula karena pengendara lain banyak yang menggunakan jalur busway. Uuurrghh rasanya mau ditabrakin semua yang pake jalur busway. Paling lucu saat melihat pemandangan motor-motor yang menggunakan jalur busway dan disaat yang bersamaan ada polisi yang bertugas. Dengan bergegas mereka berusaha keluar jalur. Sampai-sampai mereka mengangkat motornya. Puas sekali melihat mereka kalang kabut begitu. Lain lagi ceritanya…Yang bikin saya mengelus dada, kurangnya kesadaran kaum adam tentang mana yang harus didahulukan. Seringkali cowo-cowo lemah ini dengan enaknya duduk santai di dalam busway tak peduli ada wanita paruh baya yang perlu duduk. Terkadang mereka pura-pura tidak lihat atau tertidur. Seringkali juga saya sengaja menatap para jagoan ini berharap mereka malu. Yah beberapa kali berhasil namun tak jarang juga mereka cuek. Well, sebenarnya sih fenomena ini berlangsung sejak dulu di kendaraan umum manapun. Mungkin sejak kaum wanita mendeklarasikan emansipasi wanita. Beberapa teman pria saya tidak setuju dengan pendapat saya dimana pria harus mengalah untuk wanita. Mereka bilang: “wanita kan ngakunya sudah emansipasi, tapi masalah tempat duduk aja masih ga rela”. Well, memang kenyataannya kami bisa lebih kuat dibandingkan kaum pria. Tapi ini kan masalah sopan santun, pantas tidak pantas. Kalau saya sih sudah biasa berdiri berjam-jam. Tapi kan ada ibu dengan anak-anaknya. Masa tega sih? saking kaum pria ini (termasuk bapak-bapak berbadan besar) ingin sekali mendapat duduk, saat berebut memasuki busway, mereka tidak segan-segan lho mendorong orang-orang didepannya sampai terjatuh. Wah, kalo inget-inget bagian itu, rasanya mau menampar wajah mereka satu per satu. Kalau mendengar penumpang busway yang emosional, caci maki petugas busway sampai marah-marah ga jelas sih udah biasa. Ibu-ibu, bapak-bapak kalo udah emosi, bisa keluar tuh kata2 kotor. Belum lagi copet yang beroperasi di busway. Yang ga banget, di beberapa koridor busway, banyak “mastenk-mastenk” yang ngeselin. Pernah juga busway yang saya tumpangi menabrak penyebrang jalan dan pengendara sepeda motor. Uuuhhh…capek deh! Tapi bagaimanapun juga, I Love Busway.
– Jakarta, tempat berkumpulnya orang-orang hebat. Saya ga bilang kalo di daerah lain tak ada orang hebat lho. Tapi saya sangat meyakini, banyak orang-orang hebat disini. Saya bertemu dan berteman dengan banyak orang di Jakarta. Dari yang orang Jakarta asli sampai yang asalnya dari daerah seperti saya. Yang pasti saya kagum dengan mereka semua. Setiap kali saya ngobrolin pekerjaan atau obrolan santai di ym/fb, pasti ada ilmu baru yang saya dapat dari mereka. That’s what I love about having a chat. Banyak atau sedikit, saya pasti dapat sesuatu. Lingkungan yang seperti inilah yang membentuk saya seperti sekarang. Berada di antara orang-orang hebat memicu saya untuk bisa menandingi kehebatan mereka.
– Jakarta memberi saya kesempatan meniti karir dari awal. My first job is in Jakarta. Tepatnya di pusat Jakarta, jalanan MH Thamrin. Di salah satu agency multinasional yang katanya ok punya. Bahkan saya sendiri pun awalnya tak terlalu menyadari itu. Begitu banyak teman-teman yang bilang kalau tempat saya bekerja adalah tempat yang cukup prestos, barulah saya lebih mensyukuri lagi atas apa yang telah saya raih. Faktor luck sih sebenarnya. Tapi bagaimana caranya kita memanfaatkan faktor luck tadi menjadi sesuatu yang memang pantas kita dapatkan.
– Orang-orang yang kejam. Orang-orang kejam di Jakarta justru membentuk karakter saya menjadi lebih kuat. Di Jakarta, hukum rimba lah yang berlaku. Siapa kuat, dia yang akan bertahan hidup. Masa iya kita mau mengalah begitu saja dengan mudahnya. Pastinya dong mau bertahan. Maka dari itu, semua orang di Jakarta berlomba-lomba untuk jadi yang terbaik. Masalahnya sekarang, banyak juga yang pake jalan singkat alias jalan haram. Yah kalo begitu sih, kita pasrah aja kali ya. Berdoa jangan lupa.

Well, betapa pun Jakarta memang kejam, saya masih mencintainya.
So, Happy Anniversary Jakartaku. Semoga menjadi kota yang jauh lebih baik lagi.

Jakarta, 22 Juni 2009
Ellie
Salah satu dari sekian banyak warga yang mengais rejeki di kota ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s