Category Archives: Movie Review

Di Bawah Lindungan Ka’bah – Kisah Romeo & Juliet versi Muslim

Diangkat dari sastra karya Buya Hamka yang berjudul sama, film Di Bawah Lindungan Ka’bah menjadi alternatif tontonan yang menghibur sekaligus menyentuh saat libur panjang Lebaran tahun ini.

Kisah ceritanya sudah tidak usah diragukan lagi. Maklum, based on Indonesia’s best remembered novel karya Buya Hamka. Karya sastra lama memang memiliki alur cerita yang menarik, orisinil, berbeda, dan abadi. Berlatar tahun 1920-an pada era penjajahan Belanda, dengan setting Padang pada masa itu, membuat film ini jadi lebih menarik. Dari situ, terlihat kesungguhan tim produksi dalam menggarap film ini. Detil kunonya menarik, kecuali pesan sponsor kacang di dalamnya. Katanya sih memang menelan biaya produksi yang sangat mahal.

Cerita cinta dalam film ini layaknya kisah cinta tragis dan kasih tak sampai Romeo & Juliet. Yang ini, versi Moslemnya.

Herjunot Ali yang berperan sebagai Hamid sungguh menghayati perannya dengan sepenuh hati. Baru tahu kalau pemuda ini serius bisa berakting :D Salute!

Ternyata cerita ini sudah pernah difilmkan sebelumnya di tahun 1981. Jadi penasaran film pertamanya seperti apa? Ada iklan kacangnya juga kah? :P

Yang pasti, yang paling saya ingat dari film ini adalah… “Dimanapun kamu berada, saat kamu merasa sendirian, percayalah kita tidak pernah sendirian. Ada Allah bersama kita”. Kurang lebih seperti itu.

 

Shaolin Movie: Cry Me a River

Menguras emosi! Itu yang saya rasakan dari menit pertama hingga menit ke-131 film ini usai. Hmmm To be honest, i cried :’( It is a sad story, ditambah dengan akting Andy Lau yang sungguh sungguh sungguh sungguh sungguh memukau :D *saking memukaunya*

Film kolosal dengan sinematografi mengesankan ini konon sangat dipengaruhi oleh film klasik jaman dulu di tahun 1982 yang dibintangi oleh Jet Li, The Shaolin Temple. Film Shaolin menjanjikan film spektakuler bagi siapa saja yang sedang ingin nonton film dengan hadirnya 2 bintang besar sekelas Andy Lau dan Jacky Chan. Meski di film ini Jacky Chan tak terlalu dominan dalam hal peran. Ditulis oleh Alan Yuen, film ini disutradarai oleh Benny Chan.

Berkisah tentang seorang Jenderal Hou Jie (diperankan oleh Andy Lau) yang terkenal kejam dan tak ber-perikemanusiaan. Berkuasa dengan pongahnya dan berhasil menaklukkan banyak musuh dengan bantuan orang kepercayaannya, Cao Man (diperankan oleh Nicholas Tse). Cerita dimulai saat Cao Man justru mengkhianatinya dan berhasil merebut tahta Hou Jie, bahkan sampai anak perempuan Hou Jie satu-satunya terbunuh. Kejadian ini sunguh memukul Hou Jie. Anaknya meninggal dan sang istri pergi meninggalkan dirinya.

 

 

Sampai pada suatu titik, ia bertemu dengan seorang juru masak biara Shaolin Wu Dao (diperankan oleh Jacky Chan). Munculnya Jacky Chan dalam scene membuat warna tersendiri karena akhirnya penonton dibuat tertawa ditengah-tengah cerita yang menyedihkan.

Meski sebelumnya Hou Jie pernah membuat onar di biara Shaolin, ia akhirnya memutuskan untuk kembali ke biara dan menjadi biksu. Di tempat ini, Hou Jie memperdalam ilmu beladiri-nya dan juga mempelajari ilmu-ilmu ketenangan Sang Budha. Di biara ini, Hou Jie mampu berubah secara drastis menjadi sosok yang tenang, berhati bersih, dan bijak. Sisi kelamnya menghilang bersamaan dengan pencerahan dari Sang Budha. Belum puas hanya merebut tahta, Cao Man memburu Hou Jie dan dengan kejamnya menyiksa sang istri. Meski berakhir tanpa skenario happy ending karena sang jagoan tak mampu  bertahan, tapi pesan moral yang ingin disampaikan sudah terserap jelas. Bahwasannya, kejahatan tak pelu dibalas dengan kejahatan lainnya. Tunjukkan indahnya cinta dan kasih kepada siapapun yang memusuhimu. Belajar memaafkan dan hindari dendam.

Apa yang membuat film ini sungguh emosional? Pastinya akting Andy Lau yang outstanding. Bagaimana aktor senior ini bisa menjadi seorang yang bengis dan sadis lalu berubah menjadi seorang biksu yang tenang dan penuh  cinta kasih. Akting mempesona sungguh bisa membuat penonton juga merasakan pedih dan perihnya kehilangan orang yang dicinta. Penyesalan dan rasa bersalah yang sungguh menyiksa. Rasa cinta amat sangat kepada anak dan istri, menjadikan Andy Lau sosok family man yang irresistible dan dambaan semua wanita ;D Melihat Andy Lau yang seringkali mengeluarkan air mata di film ini, sungguh membuat penonton juga ingin menangis.

Oh baydeway, what i love most about the movie is Andi Lau *prikitiiiw* *blushing*Maap, Jacky Chan terpaksa tersingkir ;) Jujur yah, i’m not Andy Lau’s biggest fans until now :D Dulu semasanya rajin muncul di layar tivi Indonesia, sebut saja Pendekar Rajawali sampai Siluman Ular Putih dan serial-serial lainnya, i’m cool B) It was my sister who loved him that much. Tapi entah kenapa, saat nonton film ini, kok dada ini terasa sesak. Dag dig dug. Mimisan. Tak berkedip. Berbunga-bunga. Yang pasti, entah kenapa semakin tua, doi justru semakin charming. Oh nooo! I think it’s just a SIGN that my future husband is going to be just like him! *ngarep.com* :D

Kesimpulannya, film ini highly recommended. Tapi saran saya, kalau suasana hati sedang murung, bete atau stress, mending cari film lain yang lebih menyenangkan. Sumpah, film ini bikin stress yang menguras air mata. Saya menonton film ini Jumat (4/2) di Blok M Plaza bersama tim kantor di jam kantor. Tradisi nonton ini memang ditujukan untuk sesaat menghilangkan stress kerjaan. Tapi, sepertinya salah pilih film -_-! Yang duduk di samping saya malah sampai nangis sesenggukan :D

Tapi tetep highly recommended kok! A must seen movie J apalagi masih dalam suasana Imlek. Gong Xi Fat Choi Andy Lau :)

Megamind… A Superhero Will Never Be The Same

From the name, you should know why his head is so big, don’t you?

Layaknya di film-film dan cerita lainnya, super hero selalu ada untuk menolong penduduknya yang tak berdaya dan juga selalu ada untuk melindungi kotanya. Dialah METRO MAN yang menjadi sosok pahlawan yang dicintai dan selalu dielu-elukan oleh seisi Metro City. Kepopulerannya sudah berlangsung sejak lama, bahkan saat ia masih kecil. Dengan kekuatan supernya, ia selalu berhasil membuat semua orang terkagum-kagum padanya.

Wait a minute! enough talking about MetroMan. Tanpa disadari saya juga jadi mengagumi sosoknya -_-!

It’s not him. It’s not Metro Man this movie all about. it’s….. Megamind!

Sekali lagi, layaknya film-film dan cerita superhero, ada pahlawan pastilah ada penjahatnya. Yang menarik dari film ini adalah, sosok pahlawan tidak selamanya dijadikan sosok jagoan dimana semua cerita berpusat pada dia. Sosok penjahat disini justru diangkat menjadi inti cerita.

Berawal dari masa kecil Megamind dan MetroMan. Mereka berasal dari outer space. Saat perjalanan menuju bumi, mereka sudah mulai berkompetisi. Sialnya, takdir lebih memihak pada MetroMan yang hadir di keluarga kaya sebagaimana layaknya keluarga. Sedangkan megamind terdampar di sebuah penjara.

Tidak menyerah pada nasib, Megamind mendapat kesempatan bersekolah di satu sekolah yang sama dengan MetroMan. Di masa kecil mereka, Megamind selalu menjadi yang terakhir dan tersingkirkan. Pada dasarnya Megamind anak yang sangat baik dan sangat cerdas. Namun seakan MetroMan menghalangi kebaikan Megamind. Sampai pada satu titik dimana Megamind lelah menjadi anak baik dan berpikir mungkin dirinya ditakdirkan menjadi orang jahat. Sampailah saat dimana ia memutuskan untuk menjadi orang jahat. Tidak sembarang penjahat melainkan penjahat terhebat yang pernah ada. Penjahat ulung.

Beranjak dewasa, Megamind menjadi penjahat ulung yang selalu ingin menghancurkan Metro City dan juga mengalahkan Metro Man. Namun bertahun-tahun usahanya selalu gagal. Sampai suatu saat, kembali ia berupaya mengalahkan MetroMan. And surprisingly, he did it! Dia pun seakan tak percaya telah berhasil membunuh MetroMan. Metro City berduka dan bersedih karena kehilangan sosok pahlawannya. Sedangkan Megamind merayakan kemenangannya dengan menduduki seluruh isi Metro City.

Days go on, Megamind mengalami kebosanan tingkat tinggi. Metro City sudah ditangannya. Kejahatan dengan mudah merajalela. Namun dirasa ada yang kurang. Ia tidak lagi memiliki ambisi seperti dulu ia berambisi mengalahkan MetroMind.

Muncullah ide menciptakan sosok pahlawan. Kegeniusannya berhasil menciptakan sosok pahlawan baru untuk Metro City sekaligus musuh baginya. Ia menamakannya Tighten (Titan).

A little accident happen, ramuan pahlawan tertuju pada Hal, seorang camera person. Hmmm… I have a bad feeling. Benar adanya, Hal bukanlah orang yang tepat untuk menjadi Titan. Ia justru membuat Metro City semakin buruk. Di saat yang bersamaan Megamind jatuh hati pada sosok Roxanne, news reporter yang juga rekan Hal. Sejak dulu Megamind sering menculik Roxanne untuk memancing kedatangan MetroMan.

Saat-saat Metro City terpuruk inilah justru sisi baik Megamind muncul. Karena bukan ini yang ia inginkan. Dengan dukungan Roxanne, Megamind tampil sebagai sosok pahlawan. Dan ya, dia berhasil menyelamatkan Metro City dengan mengalahkan Hal. Metro City kini memiliki pujaan baru. Please welcome Megamind.

Sssttt… sebetulnya MetroMan tidak mati. Kemanakah dirinya? Mau tau? You find out yourself! :D

Pelajaran moral dari film ini adalah…

There’s always a good and bad side inside of you… And love has a big role of it!

Megamind diproduksi oleh  DreamWorks Animation dan disutradarai oleh Tom McGrath yang juga sukses dengan film terdahulunya Madagascar: Escape 2 Africa. Pengisi suara oleh: Will Ferrell, Brad Pitt, Tina Fey dan Jonah Hill.

The Social Network – Story Behind Facebook

Hey net geners (Thank God I’m one of you).
The Social Network movie is presented to you. A movie for digital generation today. Yes! It’s you, you, and you! And you also! Hey you at the corner, this movie also for you lah.

Kenapa saya yakin film ini untuk kita-kita? Saat ini siapa sih yang ga punya Facebook? Memang benar, masih ada segelintir orang yang ga punya Facebook. Tapi itu bukan karena mereka gaptek. Facebook itu user friendly. Tapi lebih kepada mereka yang berprinsip teguh untuk tidak tersentuh Facebook dengan alasan ini dan itu.

Ah yasudahlah, lupakan itu karena kita akan membahas The Social Network, the facebook itself. Sebuah film yang menceritakan kisah  Mark Zuckerberg, si pendiri Facebook. “The Youngest Billionaire in the world”. ~mimisan~ Coba tengok cerita di belakang suksesnya jejaring sosial terbesar dan paling fenomenal.  FYI, Indonesia bukan lagi pengguna Facebook terbesar tingkat tiga dunia, melainkan naik kelas jadi peringkat kedua. Confirmed!
Disutradarai oleh David Fincher, film ini based upon the book The Accidental Billionaires’ by Ben Mezrich. Sayangnya, saya belum baca buku ini. Dilihat dari judulnya,  sangat menarik. Jadi milyarder secara ga sengaja. Siapa coba yang ga mau?


Mark Zuckerberg diperankan oleh Jesse Eisenberg, layaknya geeks kebanyakan. Harvard’s student. Otak cemerlang dan brilian. Namun disfungsional secara social. Ya, anti-sosial. Kecepatan berpikrinya jauh melampaui kecepatan bicaranya. He doesn’t even have 500 friends at the beginning. Tapi ternyata orang yang anti social ini justru membuat banyak orang di seluruh dunia memiliki teman lebih dari 500 orang. What a brilliant, isn’t he?

Berawal dari rasa sakit hati karena penolakan teman wanitanya, Erica Albright…


Erica Albright: “You’re going to be successful, and rich. But you’re going to go through life thinking that girls don’t like you because you’re a geek. And I want you to know, from the bottom of my heart, that that won’t be true. It’ll be because you’re an asshole”

Ouch! That must be hurt! But that’s where the story begins. It makes Mark do something big. Kecewa dan marah besar. Ia memanfaatkan keahliannya dengan membuat Facemash. Secara illegal, Mark masuk ke situs-situs dan jaringan resmi universitas lalu mencuri foto dan profil wanita-wanita yang kemudian akan dibandingkan, siapa yang paling seksi dan siapa yang paling menarik. Inilah kekuatan internet. Mark berhasil mencuri perhatian banyak orang hanya dalam waktu 2 jam.

 

Marylin Delpy: The site got 2200 hits within 2 hours?
Mark Zuckerberg: Thousand.
Marylin Delpy: I’m sorry?
Mark Zuckerberg: Twenty-two *thousand*

Ya, Mark juga mendapat perhatian besar dari para pejabat universitas karena telah melanggar peraturan jaringan IT. Semua orang membicarakannya. Hingga kabar ini sampai di telinga ketiga mahasiswa seniornya. Si kembar Cameron dan Tyler Winklevoss (keduanya diperankan oleh Armie Hammer) dan Divya Narendra. Mereka bertiga mengundang Mark untuk bergabung dalam proyek terbengkalai mereka, called HarvardConnection (ConnectU).

Winklevoss: “because we are the gentlemen of Harvard”

 

It’s a YES from Mark.

Dalam perjalanannya, Mark tidak tertarik pada HarvardConnection. Mark justru mengajak Eduardo Saverin (diperankan  oleh Andrew Garfield) untuk menjalankan sebuah project dengan menanamkan modal sebesar 1000 USD. It’s also a YES from Eduardo. Saat Mark membangun proyeknya sendiri bersama Eduardo, Mark mengulur-ulur waktu kepada si kembar Winklevoss dan Narendra.
It’s THE FACEBOOK.
Jangan kira semua fitur dan aplikasi yang ada di Facebook saat ini dapat dengan mudah Mark buat. Semuanya fitur butuh waktu dan pemikiran. Juga butuh inspirasi yang didapat dari orang-orang sekitar. Bahkan untuk status relationship, Mark dapatkan saat salah satu temannya yang penasaran akan seorang gadis. Does she have a boyfriend? Single? Looking for a boyfriend?
Mark as a founder The Facebook and Eduardo as the CEO.
Tak disangka, The Facebook become so popular. Everyone is like saying “Facebook Me”. The Facebook semakin menggema di berbagai wilayah hingga terdengar di Sean Parker (diperankan oleh si ganteng Justin Timberlake  ~mimisan lagi~). Sean Parker, the founder of Napster.

Sean Parker: “We lived in farms, then we lived in cities, and now we’re gonna live on the internet!”

Bersama Sean, Mark menemukan kecocokan pandangan akan kesuksesan The Facebook. Sangat berbeda dengan Eduardo yang selalu berusaha untuk menjadikan The Facebook sekomersil mungkin.
Sean Parker: You know what’s cooler than a million dollars?
Eduardo Saverin: You?
Sean Parker: A billion dollars.
Pertemuan The Facebook tim mengawali kerjasama mereka dengan Sean Parker.
Sean Parker: “Drop the “the”. Just “Facebook”. It’s cleaner.”
Now we know it as FACEBOOK.
Beberapa konflik terjadi saat Sean Parker mulai memasuki perusahaan kecil ini. Hubungan yang  tak baik antara Sean dan Eduardo make it worse. Tapi berkat kehandalan Sean, Facebook menjadi perusahaan besar dan semakin berkembang lintas benua.
Mark Zuckerberg: “If you guys were the inventors of Facebook, you’d have invented Facebook”
Kebesaran dan kesukesan dalam waktu singkat ini membuat the Winklevoss dan Narendra tak bisa berdiam diri. Tepat di saat mereka mengetahui kesuksesan Mark, they’re at their lowest point of being loser.  The Winklevoss dan Narendra menuntut Mark atas tuduhan pencurian ide terkait intellectual property. Plagiat katanya.
Marylin Delpy: You must really hate the Winklevosses.
Mark Zuckerberg: I don’t hate anybody. The “Winklevii” aren’t suing me for intellectual property theft. They’re suing me because for the first time in their lives, things didn’t go exactly the way they were supposed to for them.
Di lain pihak, Eduardo juga menuntut Mark karena kepemilikan sahamnya atas Facebook company berkurang.


Gage: Your best friend is suing you for 600 million dollars.
Mark Zuckerberg: [sarcastically] I didn’t know that; tell me more!
Cerita ini berakhir dengan kesepakatan pembagian saham di Facebook Company.
Marylin Delpy: You’re not an asshole, Mark. You’re just trying so hard to be.
Di akhir film, saya melihat konflik lain yang terjadi. Mark Zuckerberg, the founder of the biggest social network called Facebook, justru mengalami kesulitan dalam berteman dengan seseorang. Mark add Erica as a friend and hoping she will confirm him as a friend. He’s waiting and keeps waiting, looking at his screen. He keeps pressing F5.
Mark Zuckerberg asli menganggap film ini hanyalah bualan belaka. Namun, saya percaya, some are fiction and some are real. Which part are fictions and which part are real? You tell me :D
Pelajaran moralnya adalah…
Dengan passion, bahkan saat kita terpuruk pun, itu bisa menjadi jalan menuju sesuatu yang besar.
Keep your eyes on screen. Dialog super cepat, cerita sangat padat. You don’t wanna miss a thing :D
Me waiting for the story of Twitter to be captured :)

Money Never Sleeps. God Never Sleeps. Money=God?

Minggu, 3 Oktober 2010. Kembali saya bersolo karir ke XXI Djakarta Theater. Filmnya Wall Street: Money Never Sleeps. Based on friend’s recommendation.

Kurang lebih, berikut rangkumannya…

Wall Street: Money Never Sleeps adalah sekuel dari film terdahulunya yaitu Wall Street di tahun 1987. Hmmm what took it so long yah? 23 years after… Pastinya film ini jadi film yang ditunggu-tunggu, terlebih untuk pecinta film tahun 80-an. Entah apa yang terjadi di Wall Street tahun 1987, yang pasti rentang waktu 23 tahun menjadikan ceritanya jauh lebih segar.

Gordon Gekko yang masih diperankan oleh Michael Douglas (as in 1987), akhirnya bebas setelah mendekam selama 8 tahun di penjara akibat ulahnya melakukan securities fraud.

Shia LaBeouf, the cute guy ini berperan sebagai Jacob Moore. Jacob Moore adalah kekasih dari Winnie, diperankan oleh Carey Mulligan, yang tidak lain adalah anak dari Gekko. Jake bekerja sebagai broker di Wall Street, yang secara kebetulan tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Gekko. Hubungan ayah dan anak di antara mereka renggang sejak kakak Winnie, Rudy meninggal dunia.

Saat kondisi pasar modal di Amerika Serikat sedang jatuh, Keller Zabel, tempat Jake bekerja ikut merasakan dampaknya. Hingga suatu saat, pemilik Keller Zabel yaitu Lewis Zabel yang juga mentor Jake sejak ia berumur 12 tahun memutuskan untuk bunuh diri. Jake sangat terpukul dan kehilangan. Pada satu kesempatan, Jake menghadiri seminar Gekko di universitas tanpa sepengetahuan Winnie. Sejak saat itu, Jake berhubungan baik dengan Gekko.  Dari Gekko pula, Jake tahu cerita dibalik kematian Lewis Zabel, bahwa ternyata ada dendam moral antara Bretton James dengan Lewis Zabel. Muncullah dendam Jake terhadap Bretton James. Jake sempat bekerja untuk Bretton demi dendamnya, namun semua rencananya gagal karena kelicikan Bretton.

Otak bisnis dan uang Gekko ternyata masih meracuni dirinya. Meski sudah bersusah payah berbaikan dengan Winnie dengan bantuan Jake, dan hubungan mereka berhasil melunak, Gekko kembali berulah dan mengkhianati Jake sekaligus Winnie. Uang sebesar 100 juta USD yang ia depositokan sejak bertahun-tahun yang lalu atas nama Winnie di Bank Swiss, dicuri Gekko dari Jake dan Winnie. Uang itu awalnya akan dialokasikan untuk proyek Jake yang juga mendukung kegiatan sosial Winnie. Akibat ulah Gekko ini, bukan hanya hubungan ayah anak saja yang renggang, namun hubungan Winnie dan Jake pun terganggu. Mereka berpisah justru disaat  Winnie tengah mengandung. Pengakuan Jake bahwa dirinya sudah berhubungan baik dengan Gekko jauh sebelum ia mempertemukan Winnie kembali dengan Gekko dan ketidakpercayaan Jake atas apa yang diutarakan Winnie bahwa ayahnya akan menghancurkan mereka, membuat Winnie tidak sanggup lagi memaafkan Jake.

Masa-masa sulit yang dilalui Jake dan Winnie berbanding terbalik dengan kesuksesan yang diraup Gekko dengan perusahaannya yang bermodalkan uang deposito Winnie. Saat itu juga, Jake masih dendam dan ingin menjatuhkan Bretton. Ia memberikan informasi dan bukti-bukti kejahatan Bretton termasuk Bretton lah yang menyebabkan Lewis Zabel bunuh diri kepada Winnie untuk ia sebarkan melalui situs independennya yaitu Frozentruth.com. Jake meyakinkan Winnie bahwa penyebaran informasi itu adalah hal yang paling benar untuk dilakukan, demi masa depan perekonomian dan bangsa Amerika bahkan dunia. Lambat laun, dari situs kecil milik Winnie itu, kebenaran tentang kejahatan Bretton terungkap dan muncul ke permukaan, bahkan menyita perhatian media-media besar Amerika. Seketika, Bretton jatuh. Dan Gekko semakin menikmati puncak kejayaannya.

Jake terpuruk bukan hanya karena pekerjaan dan kondisi keuangannya, juga karena kehilangan Winnie. Jake memutuskan untuk menemui Gekko dan menyelesaikan semuanya. Namun Gekko tidak peduli. Hingga Jake memberitakan calon cucu Gekko yang ada dalam kandungan Winnie. Keyakinan akan segala sesuatu yang bisa diperbaiki, membuat Gekko melunak. Ia mendatangi Winnie dan Jake, meminta maaf dan berharap diberi kesempatan kedua untuk bisa menjadi ayah dan kakek dari calon cucunya. Ia juga sudah menyumbangkan dana sebesar 100 juta USD untuk project penelitian Jake. Happy Ending. – The End –

Setuju!! Money never sleeps. You can work 24 hours to get those money. Seketika terlintas ungkapan: God never sleeps. Kata-kata bijaknya seperti ini: berdoalah terus karena Tuhan tidak pernah tidur. Tuhan pasti tahu apa yang umatnya lakukan karena Tuhan tidak pernah tertidur. Jadi, money never sleeps, so does God? Money = God?

Uang memang bukanlah Tuhan. Tapi uang bisa membuat manusia memperTuhankannya.

Well, we’re not money. And we’re not God either. So, let’s go sleep! Zzzzzzz…….

The Switch – Between Love & Friendship

The Switch baru minggu lalu saya tonton di 21 Cineplex Setiabudi One. But if anyone asked me to watch the movie once again, i would love to. Yess, i like it very much :D Meski memang the story is a little bit cheesy. Mudah tertebak. Mirip-mirip cerita Back Up Plan. This is a story about love and friendship.

Kassie Larson diperankan oleh Jennifer Aniston, seorang wanita metropolitan yang sukses dalam berkarir namun gagal dalam percintaan. Bukan karakter yang sulit bagi Jen mengingat ia sering mendapat peran serupa. Hingga tiba pada saat Kassie benar-benar mendambakan kehadiran seorang anak. She cannot wait anymore. As a strong woman, she knows what she wants and she knows how to get that. Bayi tabung is the answer.

Wally Mars, closest friend of Kassie diperankan oleh Jason Bateman. They have been friend for 7 years. Too close for just a friend. But they committed to be just a friend. They share anything. Saat waktunya tiba bagi Kassie untuk mendapatkan donor sperma dari seorang pria, saat itulah terjadi The Switch. It was an accident, dan terpaksa Wally harus mengganti sperma pendonor dengan sperma miliknya.

Dari situ, tertebak how this story will end. Kassie and Wally love each other. Terlebih, tanpa disengaja mereka telah terhubung oleh seorang anak laki-laki. So, what are they waiting for? Hanya dibutuhkan keberanian seorang Wally untuk mengakui perasaan yang telah ia pendam selama 13 tahun. When he did it, she did it. Then they live happily ever after.

Two points that i get from the movie.
1.What a woman! She knows what she wants. No matter what, she will do anything to get it. Same here, lately i’m dreaming of having a baby. oops! Do i have to do the same thing? I don’t thing so. Adoption is okay for me :)
2.Bestfriend become boyfriend/girlfriend. So, it’s okay, is it? It’s not a sin. Don’t fool yourself! Wally have to wait for 13 years to say what he wanted to say. Thank God he’s still alive.

Would you rather have a best friend you secretly crush on or one you have no feelings for?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.