Category Archives: Love Life

Teman Lama Rasa Baru

Have you ever hated someone from your past cuma karena hal kecil dan kita masih terlalu muda untuk mudah memaafkan? I have.

Saya termasuk orang yang mendendam. It’s been almost 10 years saya mengubur 1 nama teman SMP saya & tidak pernah mau membicarakannya. Cuma karena saya berpikir dengan begitu, saya bisa melupakan & move on. Belakangan saya baru tahu, justru dengan menjaga rasa benci itu sekian lama, sama saja saya belum move on. Iya toh?

Sebut saja Mawar. Eh let’s say Marwan, karena dia lelaki. Kenapa saya sebegitu dendamnya? Aah masalah cinta monyet jaman SMP kok. Bukan masalah besar. Tapi mungkin karena it was my first feeling, jadi terlalu membekas. Dasar bocah.

Umur semakin bertambah. Idealnya berbanding lurus dengan pola pikir dan tingkat kedewasaan.

Read the rest of this entry

Ada Berapa Karangan Bunga di Pesta Pernikahanmu?

Hari pernikahan adalah hari besar dalam hidup. Katanya sih sekali seumur hidup. Ya kalo bener sekali seumur hidup :p Saking pentingnya, siapapun rela menghabiskan budget besar hanya untuk pesta satu hari.

Nah, sebagai pengunjung setia resepsi pernikahan dari skala rumah sampai gedung kelas ballroom hotel bintang 5, ada yang menarik perhatian saya. Pastinya siapapun menyadari hal ini. Betapa tidak, begitu memasuki area resepsi, kita sebagai tamu disambut dengan jejeran rangkaian bunga sebesar itu dengan tulisan jelas siapa pengirimnya.

Sebetulnya, gimana sih dulu sejarah tradisi kirim2 papan bunga kayak gini?

Saya pribadi melihatnya sebagai simbol seberapa penting si mempelai dan keluarganya. Seberapa berkuasa mempelai dan keluarganya. Seberapa terkenal mempelai dan keluarganya. Bukan maksud hati bilang pernikahan tanpa karangan bunga itu tidak penting.

Hanya sajaaaa….

Entah ya, padahal harga papan2 bunga itu kan lumayan mahal. Coba kalo diuangkan. Bisa buat paket bulan madu tuh :p

Tapi yasudahlah, selama menguntungkan bagi para tukang kembang, kenapa tidak?

Foto Prewed, Penting Nggak Penting. Postwed?

Anka & Arief Wedding

Foto diatas, adalah contoh foto prewed yang menarik (in my opinion). buktinya, saya dan 3 teman saya takjub dibuatnya ;) – Taken from Anka’s wedding

Sebenernya apa sih yang bikin mereka itu mengharuskan foto prewed sebelum hari pernikahan mereka? Jangan tanya saya karena saya ndak tau jawabannya :D

Meningkatnya kebutuhan akan foto prewed berbanding lurus dengan menjamurnya usaha fotografi. Yah berbanding lurus juga sih sama semakin banyaknya orang yang tertarik sama dunia fotografi ;p Mungkin banyak yang menyadari bahwa hobi fotografi akhirnya menampakkan kuasanya alias menguntungkan.

Sekarang gampang banget deh mau cari tukang poto prewed. Tinggal buka google.com lalu ketik keywords foto prewed atau foto pre wedding. Maka muncullah itu nama-nama penyedia jasa foto prewed dengan penawaran menarik. Gausah deh pake googling segala. Coba tengok kanan kiri kita. Beberapa teman kita malah udah mulai jual diri menawarkan jasa fotonya. Nah kan jadi bingung mau pake jasa temen yang mana.

Sekian banyak foto prewed yang sudah saya lihat, entah itu di acara weddingnya atau dari album foto yang di upload di FB. Some are interesting. Some are so so. Tapi satu hal yang membuat foto-foto itu terlihat sama, yaitu aura bahagia yang tampak di wajah kedua calon mempelai. Yaiyalah wajar lagi bahagia-bahagianyaaa… tunggu aja beberapa bulan lagi :p Mungkin itu sebabnya ga ada foto postwed, karena kemungkinan besar senyumnya tak semerekah saat mereka masih dalam status pacaran #ups

Baiklah, penting nggak penting, sepertinya foto prewed sudah aman tersimpan dalam list-to-do pernikahan seseorang. Mau ga mau, budgetnya sudah bertengger tepat dibawah budget undangan.

Note: Saya menemukan foto dibawah ini. Nah, mau dong foto seperti ini. Carl & Ellie dari UP movie :)

Apalah Arti Sebuah Nama (?)

Sungguh saya tak bermaksud mendahului Tuhan. Hanya saja saya tak lagi mampu menahan hasrat berbagi inspirasi nama indah untuk anak saya kelak. Insya Allah jika saya diijinkan.

Layaknya seorang calon ibu yang sedang mengandung, saya yang masih duduk di bangku sekolah justru mendapat ilham luar biasa. Ide akan nama indah penuh makna, bakal calon anak saya nantinya. Entah menurut orang lain, tapi menurut saya, nama ini adalah nama terbaik yang bisa saya berikan.

“Semesta Alam Raya”, dengan penambahan nama keluarga di belakangnya. Nama itu akan terdengar sangat indah. Sepenuhnya bahasa Indonesia yang lugas dengan makna yang sangat besar. Semesta+Alam+Raya = seisi dunia ini, tak hanya bumi, juga angkasa raya yang kita pun tak yakin pasti ada apa saja diluar sana. Saking luas dan tak terbatas.

Panggil saja ia Rey, asal kata dari Raya. Seperti Rei Hino si Sailor Mars di cerita Sailormoon. Ups by the way, nama Semesta Alam Raya ini untuk seorang anak laki-laki. Bagaimana dengan anak perempuan? No need to worry, I already have it ;)

“Millie Banyu Bening”, yang artinya air bening yang mengalir. Bahasa Jawa yang mudah dimengerti dan mudah dilafalkan. Maknanya pun sungguh sederhana. Sesederhana air bening yang mengalir. Kebalikan dari makna si anak laki-laki yang sungguh grande. There is a reason. Kembali ke porsi masing-masing, laki-laki dan perempuan. Tanpa bermaksud membeda-bedakan jenis kelamin (yang memang berbeda), namun mereka akan menjadi sama-sama hebat dengan cara dan porsinya masing-masing. Si laki-laki yang penuh passion dan percaya diri sebagai pemimpin dan si perempuan yang kalem tapi mengalir dengan pasti menuju hilir kesuksesan. Begitulah kira-kira, hard to explain, hope you understand :p

Teringat sebuah nama indah. Yang ini sudah ada pemiliknya, seorang bayi yang baru lahir beberapa bulan lalu. “Senyum Pagi” :) Saat mendengar nama Senyum Pagi, saya bisa jamin, Anda akan senyum seketika.

Nah, do you know what’s happening today? Trend nama keren hasil contekan dari sinetron, trend nama modern berbau kebarat-baratan, juga trend nama indah dari buku panduan memilih nama si anak. Sorry to say, but I don’t think that’s cool. Find your uniqueness. For you and your kids’ future.

Apalah arti sebuah nama? Come on, you should think about that!

Lagu ‘Berhenti di Kamu’ Sungguh Berhenti di Aku

Mengamati garis waktu sore ini. Semua orang berkicau seperti biasa. Sore memang saat yang tepat untuk berkicau dan mengamati kicauan. Hasil riset membuktikan sore hari adalah waktu dimana aktifitas twitter meningkat, selain malam hari tentunya.

Seperti biasa, kicauan beragam mampir di timeline saya. Ada yang marah-marah nggak jelas, ada mr and ms complaining, ada drama king and queen, ada raja galau (masih sore udah galau aja), ada kultwit, ada bahasan politik, ada syair-syair indah, fiksimini menarik, atau hanya sekedar sayang-sayangan dengan sang kekasih. Itulah Twitter, merangkum dunia nyata.

Lalu saya terhenti. Terhenti pada salah satu akun favorit saya, @erdiAN_aJI. Ia sedang mempromosikan lagu terbarunya. Single kedua dari album solo perdananya yang berjudul Luar Biasa.

Berhenti di Kamu. Lagu ini sungguh bisa membuatmu terhenti sejenak lalu menghayati sepenuh hati makna yang tersimpan di dalam setiap kata dan kalimatnya. Bahkan melodinya.

Kurang percaya? Silakan cek video ini:

Bukan masalah lagu cengeng atau bukan. Tapi lebih ke rangkaian kata-kata sederhana dalam sebuah kalimat sederhana sehingga bisa dimengerti secara sederhana pula. Namun tetap terkesan elegant.

Sekali lagi ya. Lagu ‘Berhenti di Kamu’ sungguh berhenti di aku.

“Rusak sudah aku…”

Ada Apa Dengan Seragam Pernikahan?

Cobalah tengok lemarimu. Ada berapa kebaya atau gaun seragam pernikahan? Satu? Dua? Tiga? Sepuluh? Entah itu dari keluarga, sahabat, atau teman yang bahkan kamu pikir bukan teman dekat.

Biasanya seragam kebesaran itu diberikan calon pengantin kepada orang-orang terdekatnya. Berbanggalah kita. Semakin banyak seragam kebesaran itu, berarti banyak pula sahabat kita atau setidaknya yang menganggap kita sahabat.

Sadar nggak sih, semeter dua meter kain indah yang diberikan kepada kamu itu, secara nggak langsung memaksa kamu untuk tampil paling tidak se-level di atas tamu undangan lainnya. Atau paling tidak kamu harus datang ke pesta itu. Wajib hukumnya.

Sayangnya, seragam ini diberikan si calon pengantin dalam bentuk kain mentah. Pe er kita yang harus cari tukang jahit terpercaya. Terpercaya disini maksudnya dengan kualitas bagus, harga terjangkau, dan bisa dikebut dalam waktu beberapa hari. Karena biasanya kita ga punya waktu banyak untuk bikin model yang macem-macem.

Mau bikin model yang sebagus apapun, biasanya seragam itu pun akan berakhir di dalam lemari. Tergantung begitu saja. Penuh dan semakin memenuhi isi lemari. Kenapa kebanyakan seragam itu hanya sekali pakai? Yah karena memang judulnya seragam. Nggak ada yang mau ambil resiko. Semisal, dalam suatu pesta yang mewah, banyak kenal sana sini, dandanan udah paling maksimal, tapi loh kok bajunya samaan? Ampun!

Jikalau saya boleh memilih, ijinkan saya pakai kebaya atau gaun yang saya punya saja ya. Saya janji, saya tetap akan tampil cantik di hari bahagiamu.

note: tulisan ini dibuat untuk kita-kita yang belakangan dibuat pusing karena saking banyaknya undangan pernikahan. Musim kawin sepertinya.

Kita Akan Menikah, Bukannya Buka Toko Kelontong

“Jadi, kapan merit?”

“Ah, belom. Belum ada modalnya. Lagi ngumpulin nih.”

“Loh, elo mau kawin apa mau buka toko kelontong sih, pake ngumpulin modal.”

*kemudian hening*

Mendengar percakapan teman2 yang sedang sibuk mempersiapkan pernikahan impian. Gila. Yang ini harus punya 200juta. Yang itu minimal harus ada 150juta di kantong. Itu kawin apa kemalingan yah?

Saya heran. Sungguh dibuat heran. Ada orang yang sampe pinjem sana sini, utang sana sini, gadai ini, gadai itu. Demi pernikahan impian. Itukah impian mereka? Menikah. Berpesta pora. Lalu bangkrut setelahnya. Itukah?

Padahal, hanya dengan uang sejumlah tidak lebih dari 2 juta, kita bisa disahkan menjadi suami istri dan menjadikannya halal. Lengkap dengan surat ini itunya.

Lalu setelahnya, kita bisa pergi berbulan madu secukupnya. Lalu sepulangnya, kita bisa menggelar acara syukuran sederhana yang dihadiri oleh kerabat dan sahabat terdekat. Hanya mereka, tidak lebih.

Jadi kesimpulan saya, janganlah membuang waktumu untuk mengumpulkan modal uang yang entah kapan bisa terkumpul. Yakinkan saja, keyakinan & kesiapanmu sudah cukup terkumpul. Karena kita membangun sebuah keluarga, bukan toko kelontong.

Ellie

Say What You Want To Say

I have no idea what brings me to write down the story. Kinda humiliating sih. But somehow, I’m proud of myself.

Berawal dari youtube-ing dari satu lagu lawas ke lagu lawas berikutnya yang kemudian membawa saya pada satu video klip favorit sejuta umat, terutama untuk mereka yang lagi perpisahan. Can you guess? Yup, Graduation (Friends Forever) by Vitamin C. Lagu ini udah jadi soundtrack kelulusan, based on lyric juga video clip-nya.

Nah, speaking about video klip ini, it reminds me of what happened when I was in high school. I did the same thing as it seen in the video. Yah meski ending-nya nggak sama juga sih, nggak pake pelukan dan nggak berakhir se-happy ending itu. Yup! I declare myself as the one who had crush in someone after all those months I became his secret admirer. Send him text, send him flower when he was sick, etc.

Yeaaah… nembak cowok duluan atau mengutarakan isi hati memang ndak ada dalam kamus besar saya. Tapi ada di kamus kecil saya :D It’s not right, but it’s okay!

Suatu hari, berbekal doa dan keberanian seadanya (itupun ngumpulinnya susah bener), saya memutuskan untuk menemui pria ini. Puiiifhhh… ambil nafas, tarik nafas. Ambil lagi tarik lagi. Exhale, inhale. Exhale, inhale.

There you go, saatnya beraksi. Berpasan di tangga sekolah, saya turun sedangkan dia naik ke kelasnya di lantai 2. Saat dua langkah melewati dia, tiba-tiba mulut ini memanggil namanya. Oh shit! He turned back and smile at me. And I have no idea what to say. Kelu seakan saya gagap seketika. Damn! Now what to do? Beruntung saya termasuk anak pemberani dan cenderung nggak tau malu. Setelah itu, mengalirlah perbincangan singkat yang mengejutkan itu. Saya mengaku dosa bahwa saya adalah cewe si secret admirer itu. Bahwa sayalah yang selama ini mengganggu hidupnya. Bahwa selama ini, suka atau tidak suka, menyesal atau tidak, sayalah cewe yang ber-sms-an dengannya. *big green* berharap senyum saya saat itu semanis biasanya. Well, I’m not sure. Dia terlihat sangat terkejut. Pasalnya kami memang pernah sekelas di kelas satu. Tapi berhubung, siapalah saya ini, manusia kurang popular yang ga penting sama sekali. Sedangkan dia, dan teman-temannya yang banyak itu berasal dari sekolah popular alias sekolah unggulan di kota ini. All he can do (seingat saya) hanya berkata: “Oh itu elo?” Kembali saya menjawabnya dengan *big grin*. Lalu secepat kilat saya melarikan diri. Woooshhh! Hilang dari pandangannya. Dalam hati sih ingin selamanya hilang dari pandangannya. Tapi apa mau dikata, masih harus menunggu beberapa bulan untuk perpisahan.

What I’m trying to say is… Be Brave! Do what you believe in! or you will be so sorry…

Jujur, sampai detik ini saya nggak akan bisa menghilangkan memori memalukan sekaligus membanggakan itu dari benak saya. I take it as an achievement! Ya, karena nggak semua cewe berani melakukan itu. Yang ada malah cewe-cewe yang terlalu sering melakukan itu alias nggak punya harga diri. Saya, melakukan itu cukup satu kali dan akan saya kenang sepanjang masa. Mudah-mudahan nggak akan ada yang kedua :D

Oh baydeway, si pria ini akhirnya jadian sama teman sekolah kami juga, teman sekelas juga, dan sampai sekarang mereka masih pacaran. Keliatannya sih akan langgeng sampe pernikahan. Hmmmm nggak happy ending yah? Menurut saya happy ending kok. Happy Ending –> Saya senang bisa menyelesaikannya dengan baik :D

To whom it may concerns, thanks for being a little (a very little) part of my story. I’m happy for what I have done. No regretful at all. And I’m thankful for not having you as my boyfriend. I knew you deserve of someone else. And me? I deserve of someone better :D

(Hanya) Penonton Cinta

Sirik tanda tak mampu.

Saya bukan sirik, hanya iri. Bolehkah?

I envy her!

Seorang wanita muda menikah dengan pria asing. Bukan! Bukan pria asingnya yang membuat saya iri. Not at all.

Pria asing ini adalah founder salah satu foundation di Indonesia yang saat ini sedang sibuk-sibuknya berkegiatan membawa senyum dan tawa untuk anak-anak Indonesia. Jujur, saya sangat mengagumi apa yang mereka lakukan untuk anak-anak Indonesia.

Wanita ini pernah bekerja di kantoran. Namun setelah menikah, ia memutuskan untuk mengabdikan 100% waktunya mendukung kegiatan sosial suaminya. Bahkan saat ini mereka sedang berusaha bersama memperjuangkan status hukum yayasan itu.

Dipertemukan dengan pria baik, menikah dengan pria baik itu, meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh kantoran, berjuang bersama suami tercinta membangun yayasan dari nol, dan menemukan hidupnya secara utuh. How can I not envy her???

Catatan: I don’t know them well. Ini hanya penilaian dari luar saja. Namun jelas terlihat, cinta bertebaran dimana-mana saat melihat pasangan ini berkegiatan sosial bersama.

Ooooh what a romantic story. So happy for this :)

Bangku Kosong

Dag dig dug
Dag dig dug

Jantungku berdebar-debar menanti kepastian.

Siapakah yang akan mengisi bangku kosong disampingku ini?

Yang akan menemani perjalanan panjangku melintasi propinsi.

Seorang ibu-ibu menggendong anaknya yang juga rempong menjinjing barang-barang bawaannya celingak celinguk mencocokkan nomor karcisnya. “Waduh bu, not this time yah. Please, saya butuh ketenangan”.

Alhamdulillah beliau lewat begitu saja.

Kembali harap-harap cemas.

Seorang kakek-kakek yang sedikit linglung semakin mendekat. “O ow!” Beliau terhenti di jajaran bangku saya. Masih terlihat linglung. Setelah tanya sana sini, ternyata beliau mendapat kursi tepat di depan saya. “Puuuiifhhh! Masih ada harapan nih. Siapa tau cowok keren :p”

Masih berharap akan keajaiban bertemu seseorang spesial lewat cerita ini.

Bismillah…

“Oh sh*t! Apa salah dan dosaku Tuhan?”

Mas-mas ga banget cengar-cengir berjalan dengan pede-nya mendekati kursi ini.

“Oh no, please! Kalau begini, mending kursi ini dibiarkan kosong aja deh! Sendirian will be much better.”

Tuhan mendengar doa saya. Si mas-mas itu duduk di belakang saya. “Puiiifh!” *menyeka keringat*

Terima kasih Tuhan. Engkau menunjukkan kepada saya betapa saya memang belum siap untuk ditemani siapapun di samping saya. Betapa saya masih sanggup duduk sendiri. Betapa saya masih menikmati kesendirian ini.

You’re the best. You know what I want, but You give me what I need.
Dan yah… Kursi itu kosong. Saya pun tertidur.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.