Daily Archives: January 24, 2012

(Selalu) Butuh Persetujuan Pihak Lain

Saya bertanya dalam hati, kenapa?
Saya, wanita, 25th sudah, boleh dibilang cukup dewasa, single, belum menikah. Dengan rejeki yang ada, saya berpikir untuk kredit satu barang yang cukup menguras habis tabungan sekaligus membuka buku hutang untuk 3 tahun ke depan.
Meski saya sudah menyanggupi beban kredit itu, tanda tangan orang tua diharuskan ada dalam kontrak. Karena saya masih single katanya. Mungkin kata single bisa diartikan masih dalam pengawasan orang tua. Meski sudah lebih dari 6 tahun ini saya tinggal sendiri, terpisah dari orang tua. Udah kayak raport anak SD yang harus ditanda tangan orang tua.
Baiklah, tak masalah kok. Toh orang tua saya selalu mendukung keputusan saya, apapun itu selama yang baik-baik.
Lalu saya berpikir, oh mungkin saat nanti saya sudah menikah, tanda tangan orang tua sudah tak diperlukan lagi. Tapi tunggu! Kata siapa? Enak aja kamu! Begitu kamu menikah, pihak pemberi kredit mengharuskan adanya persetujuan & tanda tangan sang suami.

What the…. Apa maksudnya yah? Apa karena begitu lepas dari tanggung jawab orang tua, kami kaum wanita menjadi tanggung jawab suami? Betul memang. Tapi saya pikir ada ranah personal seorang istri&ibu. Bukan sebagai seorang ibu, juga bukan sebagai seorang istri. Melainkan sebagai seorang wanita.

Perjalanan Ini Terasa Sangat… #balsemtrip

Masih ingat 3 nekad traveller yang 2 tahun lalu (2009) dengan nekadnya berhasil mengarungi 6 kota di Pulau Jawa dalam waktu 9 hari? Jakarta – Surabaya – Bromo – Malang – Solo – Yogya – Semarang – Jakarta. Ya kaleee hits banget :D

 
Absen setahun di 2010, now we’re back. Kami bertiga kembali nekad traveling di akhir tahun. Kali ini mungkin tidak terdengar se-ekstrim perjalanan yang lalu. Balsemtrip: Batu – Malang – Sempu. Tapi percayalah, rasanya pun ekstrim, terlebih di akhir-akhir perjalanan. Dimana kami berpikir perjalanan hampir selesai, tapi justru the story just begun.
Mau intip itinerary kami? Cekidot:

 
Dec 27, 2011
Starting point dari Stasiun Gambir. Berhubung peak season natal & tahun baru, saya sudah antri tiket kereta Gajayana 2 minggu sebelum keberangkatan. Itu pun seat-nya udah pisah-pisah. Ini nih, kenapa tiket kereta masih belum bisa beli online layaknya pesawat. Masih harus ngantri di loket -_- Harga tiket berangkat Jakarta – Malang dengan kereta kelas Eksekutif Gajayana Rp 315,000.

Killing time perjalanan darat yang lebih dari 14 jam? Daripada mati bosen & pantat tepos, main-mainlah ke restorasi. Selain bisa nongkrong & ngopi-ngopi layaknya di coffee shop, ada live hiburan juga. Karaoke! Kalo kamu beruntung, bisa enjoy suara bagus dari mas-mas yang doyan banget karaoke. Kalau udah muak, cobalah rebut mic-nya :D

*the rest of the night, better go sleep. Simpan energy untuk menggila di kota tujuan*

Read the rest of this entry

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.