Daily Archives: January 4, 2012
Thank You & Screw You List #balsemtrip
Melewati 7 hari di kota orang bersama 2 travelmate @twiras & @fitri4mini, menikmati hari-hari terakhir di tahun 2011 & hari-hari pertama di 2012, mencari pengalaman tak terlupakan untuk dibagi, dan sekedar berharap mendapat waktu yang menyenangkan untuk recharging enery & spirit.

Selama 7 hari itu, kami bertemu banyak orang dengan berbagai tipe. The good ones and the bad ones. Semuanya meninggalkan bekas di hati #halah unforgettable! Dan ada juga yang unforgivable >.<
That is why, in the end of the road, I would like to say “thank you” to my Thank You List as well as to say “screw you!” to my Screw You List
Touchdown Pulau Sempu #balsemtrip
As promised, berikut detail rute dari Malang ke Pulau Sempu beserta budget:
- dari Malang naik angkot ke Terminal Gadang (Rp 2500)
- dari terminal Gadang ke Pasar Turen, naik elf (Rp 5000, tp ongkos ini kayaknya kemahalan deh)
- dari Pasar Turen naik elf warna biru ke Sendang Biru (Rp 15000). Siap-siap seni melipat tubuh di angkutan ini. Ukuran elf-nya lebih kecil dari L100 yang ke arah Sukabumi dari Bogor.
- Sampai di Pantai Sendang Biru, bayar tiket masuk (Rp 6000 untuk camping)
- Sebelum bisa nyebrang ke Pulau Sempu, lapor perijinan dulu di kantor perwakilan cagar alam Pulau Sempu. Disini kita bakal ditanya-tanya sekaligus dinasehati banyak hal. Sebetulnya setiap orang yang mau masuk ke Pulau Sempu harus membawa surat ijin dari Surabaya. Tapi cincailah. Itu mah speak-speak doang. Bayar administrasi ke si Bapak Petugas seikhlasnya. Kami bertiga bayar Rp 20,000. Selain itu kita juga harus mengisi buku tamu, meninggalkan ktp, dan menandatangani surat pernyataan bahwa kita akan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Pulau Sempu.
- si Bapak Petugas juga menyarankan untuk kita yang belum pernah ke Sempu untuk pakai guide. Fee-nya Rp100,000 untuk sekali antar ke tujuan. Fleksibel sih, kalo minta ditungguin sampe pulang, tinggal tambahin seikhlasnya. Tapi tak perlulah, belajar sekali seharusnya udah bisa jalan pulang :p
- si bapak petugas juga menyarankan kita untuk pakai sepatu, apalagi di musim hujan begini, becyek ga ada ojyek. Disana ada sepatu anti licin yang dijual dan disewakan. Kami pun iya iya aja. Harga sewanya Rp 10,000 selama kita ada di Sempu. Kalau di Sempu seminggu, yah harga sewanya tetap Rp 10,000. Mau beli sekalian buat kenang-kenangan juga bisa. Harganya Rp 20,000. Eh tapi jangan remehkan masalah sepatu ini lho. Banyak yang sepatu dan sendalnya sampai rusak. Sayang kan. Lalu mereka melanjutkan perjalanan tanpa alas kaki. Ini akan sangat memperlambat perjalanan kita. Bahkan banyak yang terluka karena bertelanjang kaki. No no no! Mending keluarin uang sepuluh rebu dah :p
- begitu ijin sudah ditangan, kita segera menyebrang dari pantai Sendang Biru ke Teluk Semut. Harga sewa perahu Rp 100,000 antar dan jemput. Kapasitas perahunya sampai dengan 15 orang. Lebih banyak lebih baik, karena patungannya lebih murah :p Hati-hati, tukang kapalnya ga mau ngangkut orang-orang yang sebelumnya ga naik kapal mereka. Misalnya begitu jemput kita di Teluk Semut, lalu ada tim lain yang mau nebeng, si tukang kapal pasti menolak. Ini namanya ikatan & janji paguyuban tukang kapal Sendang Biru #ngasal :p Catat no telp tukang kapal, lalu begitu siap dijemput kembali di Teluk Semut, tinggal telp deh dan dalam waktu 10 menit, mereka akan menjemput kita.
- di dalam Pulau Sempu, kita ga akan keluar uang sedikitpun karena ga ada tukang jualan :p Punya duit banyak lalu mau beli air minum? Forget it! Ga ada yang jual. Berharap aja ada yang berbaik hati kelebihan stock air minum atau worst case, minumlah air Segara Anakan itu. Beberapa dari mereka beneran minum air itu lho. Beberapa hal memang ga bisa dibeli dengan uang, guys :p
- Begitu touchdown kembali ke Pulau Sendang Biru, angkutannya sama kok seperti saat berangkat. Tapi hati-hati, angkutan elf warna biru tujuan Pasar Turen agak jarang. Jadi harus sabar menunggu.
- ga punya alat camping lengkap atau cukup malas untuk bawa jauh-jauh dari kota asal? Don’t rich difficult people deh (baca: jangan kaya orang susah deh). Di Malang ada banyak outdoor/camping rental. Tapi jangan salah pilih. I recommend KALDERA, outdoor equipment rent yang ada di pintu keluar terminal Landungsari. Meet Mas Temon di nomor 083834016013 / 0341 588458. Facebook Kadera Outdoor Rent atau blognya http://kalderaoutdoorrent.blogspot.com/ Highly recommended. Melayani 24 jam setiap hari. Orang-orangnya helpful, ramah, baik hati, dan informatif. Harganya standarlah.
- Budget tersebut diatas belum termasuk perbekalan air minum, mie instan, roti, atau makanan lain yang akan dimasak. Serba salah, beli banyak makanan & minuman mubadzir & menambah beban, beli sedikit malah kurang. Tapi kalaupun lebih, mending dihibahkan kepada sesama yang camping disana yang kelihatannya kekurangan. Percuma juga kalau dibawa pulang kembali.
Penikmat Alam yang bukan Pecinta Alam #balsemtrip
Ternyata, manusia-manusia yang mengaku dirinya sangat suka wisata alam belum tentu mencintai alamnya itu sendiri. Bukti nyatanya saya temukan di perjalanan ke Pulau Sempu di malam tahun baru 2012. Meski dengan tracking route yang sulit karena becyek & ga ada ojyek, terlebih mereka yang berniat camping/bermalam di Segara Anakan yang mengharuskan mereka membawa perbekalan & perlatan camping super heboh, belum jaminan semua perjuangan & pengorbanan itu mereka imbangi dengan tanggung jawab yang sangat mendasar. Sesederhana buang sampah pada tempatnya. Dalam cerita berkemah di Pulau Sempu memang tidak ada yang namanya tempat sampah. Namun saya rasa orang-orang ini cukup pintar untuk bisa membaca & memahami maksud dari surat pernyataan & perijinan yang sudah mereka tanda tangani sebelum mereka memasuki Pulau Sempu. Disana tertulis bahwa pengunjung bersedia untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan wisata cagar alam Pulau Sempu. Yaitu dengan tidak membuang atau meninggalkan sampah di manapun di Pulau Sempu. Kumpulkan semua sampah yang ada lalu membawanya keluar Pulau Sempu. Tapi apa kenyataannya? NIHIL!
Sudahlah pengunjungnya banyak, makin banyak juga sampah berserakan disana sini. Di perjalanan menuju Segara Anakan, sampai di Segara Anakan-nya. Ck! Mulai dari sampah botol air minum, bungkus snack, sampai sendal atau sepatu yang sepertinya tak sanggup melalui rute tracking. Eits, barang-barang yang cukup berharga pun banyak yang dibuang disini. Guide kami Mas Eddi berhasil menemukan kompor yang masih dalam keadaan layak pakai. Begitu pun dengan tenda layak pakai. Mungkin si pemilik sudah tak sanggup menentengnya pulang.

Itu baru sampah yang sudah berhasil menciptakan pemandangan tersendiri di Pulau Sempu. Mau tau yang lain? Para penikmat alam ini tanpa merasa bersalah atau merasa berdosa, telah mengkontaminasi jernihnya air di Segara Anakan. Mencuci semua yang kotor, termasuk mencuci oily nesting & semua perlatan memasak. Satu lagi, mencuci ikan yang mau dibakar. Gimana ga tuh air yang harusnya bersih & jernih jadi berminyak dan bau amis? Saya prefer untuk tidak menceburkan tubuh saya disana.
Sempat saya berpikir seperti ini, orang-orang yang bergaya layaknya seorang pecinta alam sejati ini, menggendong carriel super besar, terampil memasak dengan peralatan masak sederhana, berpenampilan macam anak gunung/anak pantai, tapi kok ga ada rasa kecintaannya pada alam yah? Ternyata mereka bukanlah pecinta alam, mereka hanyalah penikmat alam yang tak bertanggung jawab. Cuma ikut-ikutan arus wisata alam mana yang lagi tren. Having a good time disana, lalu berbagi cerita & foto-foto biar tetap eksis. What the *#?!@
Heran, bagaimana mereka mau menikmati alam kalau alamnya sendiri mereka perlakukan tak senonoh seperti itu ya? Apa susahnya sih ngumpulin sampah, terus dibawa pulang?



