Shaolin Movie: Cry Me a River

Menguras emosi! Itu yang saya rasakan dari menit pertama hingga menit ke-131 film ini usai. Hmmm To be honest, i cried :’( It is a sad story, ditambah dengan akting Andy Lau yang sungguh sungguh sungguh sungguh sungguh memukau :D *saking memukaunya*

Film kolosal dengan sinematografi mengesankan ini konon sangat dipengaruhi oleh film klasik jaman dulu di tahun 1982 yang dibintangi oleh Jet Li, The Shaolin Temple. Film Shaolin menjanjikan film spektakuler bagi siapa saja yang sedang ingin nonton film dengan hadirnya 2 bintang besar sekelas Andy Lau dan Jacky Chan. Meski di film ini Jacky Chan tak terlalu dominan dalam hal peran. Ditulis oleh Alan Yuen, film ini disutradarai oleh Benny Chan.

Berkisah tentang seorang Jenderal Hou Jie (diperankan oleh Andy Lau) yang terkenal kejam dan tak ber-perikemanusiaan. Berkuasa dengan pongahnya dan berhasil menaklukkan banyak musuh dengan bantuan orang kepercayaannya, Cao Man (diperankan oleh Nicholas Tse). Cerita dimulai saat Cao Man justru mengkhianatinya dan berhasil merebut tahta Hou Jie, bahkan sampai anak perempuan Hou Jie satu-satunya terbunuh. Kejadian ini sunguh memukul Hou Jie. Anaknya meninggal dan sang istri pergi meninggalkan dirinya.

 

 

Sampai pada suatu titik, ia bertemu dengan seorang juru masak biara Shaolin Wu Dao (diperankan oleh Jacky Chan). Munculnya Jacky Chan dalam scene membuat warna tersendiri karena akhirnya penonton dibuat tertawa ditengah-tengah cerita yang menyedihkan.

Meski sebelumnya Hou Jie pernah membuat onar di biara Shaolin, ia akhirnya memutuskan untuk kembali ke biara dan menjadi biksu. Di tempat ini, Hou Jie memperdalam ilmu beladiri-nya dan juga mempelajari ilmu-ilmu ketenangan Sang Budha. Di biara ini, Hou Jie mampu berubah secara drastis menjadi sosok yang tenang, berhati bersih, dan bijak. Sisi kelamnya menghilang bersamaan dengan pencerahan dari Sang Budha. Belum puas hanya merebut tahta, Cao Man memburu Hou Jie dan dengan kejamnya menyiksa sang istri. Meski berakhir tanpa skenario happy ending karena sang jagoan tak mampu  bertahan, tapi pesan moral yang ingin disampaikan sudah terserap jelas. Bahwasannya, kejahatan tak pelu dibalas dengan kejahatan lainnya. Tunjukkan indahnya cinta dan kasih kepada siapapun yang memusuhimu. Belajar memaafkan dan hindari dendam.

Apa yang membuat film ini sungguh emosional? Pastinya akting Andy Lau yang outstanding. Bagaimana aktor senior ini bisa menjadi seorang yang bengis dan sadis lalu berubah menjadi seorang biksu yang tenang dan penuh  cinta kasih. Akting mempesona sungguh bisa membuat penonton juga merasakan pedih dan perihnya kehilangan orang yang dicinta. Penyesalan dan rasa bersalah yang sungguh menyiksa. Rasa cinta amat sangat kepada anak dan istri, menjadikan Andy Lau sosok family man yang irresistible dan dambaan semua wanita ;D Melihat Andy Lau yang seringkali mengeluarkan air mata di film ini, sungguh membuat penonton juga ingin menangis.

Oh baydeway, what i love most about the movie is Andi Lau *prikitiiiw* *blushing*Maap, Jacky Chan terpaksa tersingkir ;) Jujur yah, i’m not Andy Lau’s biggest fans until now :D Dulu semasanya rajin muncul di layar tivi Indonesia, sebut saja Pendekar Rajawali sampai Siluman Ular Putih dan serial-serial lainnya, i’m cool B) It was my sister who loved him that much. Tapi entah kenapa, saat nonton film ini, kok dada ini terasa sesak. Dag dig dug. Mimisan. Tak berkedip. Berbunga-bunga. Yang pasti, entah kenapa semakin tua, doi justru semakin charming. Oh nooo! I think it’s just a SIGN that my future husband is going to be just like him! *ngarep.com* :D

Kesimpulannya, film ini highly recommended. Tapi saran saya, kalau suasana hati sedang murung, bete atau stress, mending cari film lain yang lebih menyenangkan. Sumpah, film ini bikin stress yang menguras air mata. Saya menonton film ini Jumat (4/2) di Blok M Plaza bersama tim kantor di jam kantor. Tradisi nonton ini memang ditujukan untuk sesaat menghilangkan stress kerjaan. Tapi, sepertinya salah pilih film -_-! Yang duduk di samping saya malah sampai nangis sesenggukan :D

Tapi tetep highly recommended kok! A must seen movie J apalagi masih dalam suasana Imlek. Gong Xi Fat Choi Andy Lau :)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s